Ada RUU Sumber Daya Air, Perusahaan Air Milik Negara Akan Ketiban Untung

JAKARTA - Pemerintah berencana membatasi usaha air minum oleh swasta. Wacana pembatasan tersebut akan tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Air yang saat ini sedang dalam pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

Presiden Direktur PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi mengatakan, adanya undang-undang ini sangat membantu para pengusaha air minum dalam negeri khususnya BUMN dan BUMD.

Apalagi dalam Undang-Undang tersebut, pemerintah akan lebih banyak melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menggarap bisnis air minum.

"Jadi memang kita sengaja buat ini biar pas Undang-Undang itu dikeluarkan siap enggak nih. Masak BUMN ada yang ini nih gitu loh," ujarnya dalam acara bincang santai di Media Center Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Menurut Milfan, bisnis air minum di Indonesia sudah mulai banyak bertebaran. Tercatat hingga saat ini sudah ada sekitar 100 perusahaan air minum dari dalam dan luar negeri baik yang besar maupun yang kecil.

Sementara itu khusus BUMN, baru ada dua badan usaha yang menggarapanya. Pertama adalah PT Indra Karya (Persero) yang memiliki bisnis air minum bernama infresh dan Perum Jasa Tirta II yang memiliki bisnis air minum bernama Jatiluhur.

"Banyak seratusan nyampe mungkin. Kalau BUMN kan cuma dua kita sama Jatiluhur. Masih banyak karena kan cuma dua Jatiluhur sama Indra Karya. Kita sengaja buat ini karena kan ada Undang-Undang baru. Dalam Undang-Undang tersebut pemerintah akan lebih memperbanyak porsi BUMN," jelasnya.

Milfan menambahkan, saat ini saja bisnis air minumnya sudah lumayan berkembang pesat, apalagi jika nanti Undang-Undang terebut dikeluarkan oleh pemerintah. Pada saat ini saja, diperkirakan penjualan air mineral per 5.000 galon diperkirakan bisa mencapai Rp15 miliar.

Jika pendapatan tersebut bisa stabil terus didapatkan, Milfan meyakini bisnis air mineral dalam kemasan(AMDK) miliknya akan bisa balik modal dalam tempo waktu 5 tahun. Apalagi, pertumbuhan bisnis AMDK setiap tahunnya tumbuh sektiar 10%-12%.

"5.000 galon per hari produksinya. Kalau bisa dijual 100% salesnya sekitar Rp15 milar. Balik modal balik modal kira-kira sekitar 5 tahun," ucapnya

 

Sumber: https://economy.okezone.com/read/2018/11/22/320/1981397/ada-ruu-sumber-daya-air-perusahaan-air-milik-negara-akan-ketiban-untung


Kategori Berita
Sub Kategori Publikasi,Siaran Pers