Rakordal Triwulan III PEMDA DIY di INNA GARUDA HOTEL

Rakordal Triwulan III PEMDA DIY di INNA GARUDA HOTEL

Inna Garuda, Yogyakarta - Selasa, 15 November 2016

Dalam menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama di Yogyakarta dibutuhkan jiwa intrepreneurship di berbagai bidang. Dalam hal ini diperlukan pemikiran yang tidak hanya berbicara secara lokal, namun harus berskala internasional. Demikian Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X pada dialog interaktif di Inna Garuda Selasa, (15/11).

Dalam konteks ini para birokrat perlu adanya pelatihan interprenuership dan tidak hanya paham mengenai leadership saja. Bagaimana DIY bisa menahan wisatawan dengan berbagai obyek wisata yang menarik untuk tinggal lebih lama di Yogyakarta sehingga akan lebih mendorong berkembangnya kegiatan di berbagai sektor, tandasnya.

Kegiatan dialog interaktif yang diusung dalam Rakor Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan III tahun 2016 ini menghadirkan nara sumber  selain Gubernur DIY  juga Wagub DIY, Paku Alam X; Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto; Kepala Bappeda serta Sekda DIY dengan pembahas  Indra Wicaksono.Adapun tema yang diusung adalah : Bandara Baru di Kulon Progo Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula rapor Tri wulan III untuk setiap SKPD DIY. Adapun Hasil Kinerja Terbaik Eselon II adalah  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sedangkan menduduki peringkat terbawah adalah dari Biro Administrasi Perekonomian Setda DIY. Sedangkan Untuk Kinerja Eselon III peringkat terbaik diperoleh Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan terendah oleh Sekretariat Parampara Praja.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut adalah para Bupati/Wali Kota se DIY UNTUK menandatangani Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilakukan oleh Gubernur DIY selaku Pihak Pertama dengan Pihak Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Maksud kesepakatan bersama ini adalah untuk bersinergi dalam rangka mengintegrasikan data pembangunan daerah antara para pihak tersebut,  yang bertujuan untuk mewujudkan ketersediaan data pembangunan DIY yang terintegrasi, akurat, mutakhir, lengkap dan akuntabel.

 

Sumber Berita : HUMAS DIY

 

 


Kategori Berita