Jiwasraya Knowledge Sharing (JKS-48) Social Media & Email Hacking

Dalam rangka untuk terus membangun budaya berbagi pengetahuan di lingkungan Jiwasraya dan upaya untuk membangun Jiwasraya Community of Practice (CoP) untuk menumbuhkan budaya Knowledge Sharing yang dicanangkan oleh Divisi Sumber Daya Manusia, maka pada Jumat, 27 Januari 2017 kembali diadakan Jiwasraya Knowledge Sharing (JKS-48) sebagai upaya membangun budaya berbagi pengetahuan di lingkungan pegawai Jiwasraya. Acara ini rutin diadakan setiap bulan di minggu ke-empat dan sebagai wadah berbagi informasi baik dari pihak internal maupun eksternal kepada insan Jiwasraya.
JKS-48 kali ini diadakan dengan mengangkat tema “Social Media & Email Hacking” yang dibawakan secara langsung oleh Head IT Infrastructure & Security MatahariMall.com, Rendra Perdana. Beliau menjelaskan bahwa dalam kehidupan modern, kita selalu bersinggungan dengan media sosial (medsos), baik untuk kepentingan pribadi ataupun untuk kegiatan lainnya. Namun, tanpa kita sadari, bahwa semakin mudah teknologi untuk memindai data-data yang kita miliki untuk melakukan kegiatan pencurian data atau tindak kejahatan lainnya.
Hacking, sudah bukan merupakan kata-kata asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Pernahkah kita mengalami email yang tiba-tiba tidak bisa dibuka, atau medsos pribadi yang terlihat ganjil dengan posting-an aneh? Bisa jadi itu adalah ulah para hacker. Bisa dibayangkan jika sebuah perusahaan besar terkena hacking, pencurian data bisa dilakukan dengan mudah dan merusak database nasabah yang ada. Hal ini tentu sangat berbahaya sehingga diperlukan security untuk mengamankan data-data yang  dimiliki. Selain itu, ada pula hal yang sama bahayanya yakni phising. Phising adalah suatu metode yang di gunakan hacker untuk mencuri password dengan cara mengelabui target menggunakan fake form login pada situs palsu yang menyerupai situs aslinya.
Ada juga Social engineering yang berarti manipulasi psikologis dari seseorang dalam menguak suatu informasi rahasia. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu. Umumnya tindakan hacking dilakukan untuk melancarkan tindakan kriminal membocorkan informasi identitas, finansial, obat-obatan bahkan tindak perdagangan manusia dan anak-anak.
Nah, serem yah karena sudah semakin banyak modus para hacker untuk membobol data yang mereka inginkan. Untuk itu, kewaspadaan, manajemen password secara berkala dan pengetahuan teknologi harus selalu di upgrade untuk meminimalisir tindakan tersebut. (Novi)


Kategori Berita
Sub Kategori Kegiatan