Mendikbud Belanda Kunjungi Lawang Sewu

Deputy EVP Daop 4 Semarang Tamsil Nurhamedy dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi menerima kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Belanda, Mrs. Jet Bussemaker pada hari ini Kamis (16/2), di Gedung Cagar Budaya Lawang Sewu Semarang. Kedatangannya itu dimaksudkan untuk meninjau perkembangan Kota Lama serta berniat menyerahkan sejumlah data terkait sejarah yang ada di Kota Semarang.

Dalam kunjungannya tersebut, Jet Bussemaker beserta rombongan melihat langsung keindahan dan eksotisme Gedung Lawang Sewu Semarang yang merupakan salah satu bangunan buatan Kolonial Belanda yang sampai saat ini masih berdiri kokoh. Gedung Lawang Sewu ini dibangun sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsjcappij (NIS) kantor pusat perusahaan kereta api swasta yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia, yang menghubungkan Semarang dengan Surakarta dan Yogyakarta. Jalur Semarang-Tanggung, Kabupaten Grobogan, adalah jalan kereta api pertama di Indonesia yang diresmikan pada 1867. Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B. J Quendag dari Amsterdam ditunjuk oleh direksi NIS di Denhag sebagai arsitek perencanaan dan pembangunan gedung.

Jet Bussemaker juga mengapresiasi Pemkot Semarang khususnya KAI atas usaha yang telah dilakukan untuk menjaga bangunan cagar budaya Lawang Sewu. Tamsil memaparkan sedikit tentang bagaimana upaya KAI tetap menjaga dan merawat bangunan cagar budaya Lawang Sewu. “Meskipun kami sudah mempunyai gedung baru, tetapi kami selalu merenovasi bangunan yang rusak disini. Karena bagaimanapun gedung ini milik kereta api dan sebisa mungkin akan tetap kami jaga dan rawat”, ucapnya.

Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.  Pelestarian Benda dan Bangunan KAI, “gedung tersebut menjadi cagar budaya atau museum,  yang didalamnya berisi  pameran foto sejarah perkeretaapian Indonesia, video sejarah perkeretaapian Indonesia, diorama bangunan perkeretaapian Indonesia, persinyalan kuno perkeretaapian Indonesia”, tambahnya.

Selain berkunjung ke Lawang Sewu Jet juga menyempatkan diri datang dan melihat Stasiun Tawang serta Gereja Blendhuk dan sekitarnya. "Saya ke sini untuk melihat kondisi peninggalan masa lampau," ucapnya. Setelah berkeliling Jet Bussemaker beserta rombongan mengaku memiliki banyak data historikal yang ada di Kota Semarang. Data tersebut rencananya akan diserahkan ke Pemerintah Kota Semarang. (PR KAI)


Kategori Berita