6 Perlintasan Tidak Resmi Wilayah Daop 5 Ditutup

Demi menjamin keamanan dan keselamatan perjalanan KA dari temperan pengguna jalan raya diperlintasan sebidang tanpa petugas penjaga perlintasan (PjL), hari ini minggu (9/7) tim regu jalan rel dan jembatan wilayah quality control 5B PT. Kereta api Daop 5 Purwokerto yg meliputi wilayah Kroya sampai dengan Langen, melakukan eksekusi penutupan JPL (Jalan Perlintasan) tanpa palang pintu atau liar di KM 415+3/4 antara stasiun sumpiuh - stasiun tambak, kegiatan penutupan tersebut merupakan yang ke enam kalinya setelah sebelumnya yang telah dilakukan penutupan yaitu:

  • Di KM 352+9/0 antara sidareja-gandrungmangun, telah ditutup tgl 26 juni 2017.
  • Di KM 347+0/1, antara sidareja-gandrungmangun telah ditutup tanggal 07 juni 2017.
  • Di KM 362+0/1antara gandrungmangun-kawunganten telah ditutup tanggal 05 juli 2017.
  • Di KM 337+6/7 antara meluwung-cipari telah ditutp tanggal 06 juli 2017.
  • Di KM 338+2/3 antara meluwung-cipari telah ditutup tanggal 07 juli 2017.
  • Dan rencana berikutnya adalah di KM 382+9/0 antara jeruklegi-lebeng akan ditutup tanggal 14 juli 2017.

Sebelum dilakukan eksekusi penutupan kami tim penertiban sudah terlebih dahulu melakukan pemberitahuan melalui surat kepada RT dan RW setempat, sekaligus sosialisasi terkait keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan raya yang melintas di jalur KA, seperti kegiatan penutupan saat ini kami di dampingi oleh pihak POLISI yang diwakili AIPTU Suberma dari Polsek Sumpiuh, dari TNI Serda Sugiarto dari koramil Sumpiuh, dan Ketua RT 02/RW 03 Sumpiuh telah mendukung untuk ditutupnya JPL liar tersebut, harapanya agar tidak ada lagi korban jiwa.

Ixfan hendriwintoko humas KAI Daop 5 Purwokwrto menyampaikan bahwa tindakan penutupan tersebut kami lakukan untuk membantu pemerintah dalam memenuhi uu 23 tahun 2007 tentang perkereta apian Pasal 94 yang berbunyi, (1) Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup, (2) Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah, mengingat jika tidak segera dilakukan penutupan pada JPL-JPL sebidang tanpa ijin atau liar maka dampaknya akan terus memakan korban baik, pengguna jalan raya dan khususnya perjalanan KA itu sendiri, ujunng-ujungnya kerugian materiil & imatriil.

Kewajiban pengguna jalan juga termuat dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 yang berbunyi, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api

Pada dasarnya pintu perlintasan bukan rambu rambu lalu lintas melainkan alat bantu untuk mengamankan perjalanan KA, jadi kami berharap pengguna jalan raya menyadari akan hal tersebut, utamakan keselamatan dirinya dan orang lain, jangan korbankan nyawa anda sia-sia patuhila rambu2 lalu lintas dimanapun berada. (PR KAI Daop 5)


Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Pengumuman