Hadapi Angkutan Natal & Tahun Baru 2017/2018, KAI Siapkan 375 Perjalanan KA

Menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, KAI telah menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan Nataru seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, masa angkutan Nataru ditetapkan selama 17 hari yakni mulai tanggal 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan.

Dari aspek sarana KA, tahun ini KAI menyiagakan 451 unit lokomotif siap operasi dan 11 unit lokomotif cadangan, serta 1619 unit kereta siap operasi dan 153 unit kereta cadangan. Sementara untuk jumlah KA, tahun ini KAI menyiapkan 335 perjalanan KA reguler dan 40 perjalanan KA tambahan untuk melayani masyarakat yang ingin menggunakan jasa KA pada masa liburan akhir tahun kali ini. Sehingga total jumlah KA yang siap melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru kali ini adalah 375 perjalanan KA. Jumlah ini meningkat lima persen dibanding masa angkutan Nataru tahun lalu, yakni sebesar 356 perjalanan KA.

 

Angkutan Nataru 2016/2017

Angkutan Nataru 2017/2018

%

LOKOMOTIF

 

 

 

Siap Operasi (SO)

442

451

102

Cadangan

28

11

39

KERETA

 

 

 

Siap Operasi (SO)

1547

1619

105

Cadangan

155

153

99

KERETA API

 

 

 

Reguler

328

335

102

Tambahan

28

40

143

Berikut adalah daftar nama KA tambahan yang akan melayani pengguna jasa KA pada masa angkutan Nataru 2017/2018 :


No

NAMA KA

RUTE

1

Argo Lawu Fakultatif

Gambir – Solobalapan pp

2

Argo Dwipangga Fakultatif

Gambir – Solobalapan pp

3

Taksaka Pagi Tambahan

Gambir – Yogyakarta pp

4

Taksaka Malam Tambahan

Gambir – Yogyakarta pp

5

Argo Muria Tambahn

Gambir – Semarangtawang pp

6

Argo Sindoro Tambahan

Gambir – Semarangtawang pp

7

Gajayana Tambahan

Gambir – Malang pp

8

Sembrani Tambahan

Gambir – Surabaya Pasarturi pp

9

Purwojaya Tambahan

Gambir – Cilacap pp

10

Lodaya Tambahan

Bandung – Solobalapan pp

11

Sancaka Tambahan

Yogyakarta – Surabaya Gubeng pp

12

Cirebon Ekspres Fakultatif

Gambir – Cirebon pp

13

Argo Jati Tambahan

Gambir – Cirebon pp

14

Argo Jati Fakultatif

Gambir – Cirebon pp

15

Senja / Fajar Utama Cn

Pasarsenen – Cirebon pp

16

Kutojaya Utara Tambahan

Pasarsenen – Kutoarjo pp

17

Kertajaya Tambahan

Pasarsenen – Surabaya Pasarturi pp

18

Brantas Tambahan

Pasarsenen – Blitar pp

19

Pasundan Tambahan

Kiaracondong – Surabaya Gubeng pp

20

Matarmaja Tambahan

Pasersenen – Malang pp

Dua puluh nama KA tambahan (40 perjalanan KA) dengan total kapasitas seat sebanyak 20.880 di atas akan  beroperasi pada 21 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018, pada beberapa KA seperti Brantas dan Matarmaja Tambahan operasional akan dimulai sejak 15 Desember 2017. Peningkatan volume penumpang selama 17 hari masa angkutan tersebut diprediksi sebesar 4% dibanding masa angkutan Nataru tahun lalu. Masyarakat yang ingin mendapatkan tiket KA tambahan tersebut di atas dapat melakukan pembelian di seluruh channel resmi penjualan tiket kereta api mulai 1 November 2017.

Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, KAI menyediakan 227.078 seat per hari atau 3.860.326 total seat selama 17 hari masa angkutan Nataru untuk KA reguler, tambahan, dan KA lokal, sedangkan tahun 2016/2017 tersedia 212.532 seat per hari atau 3.613.044 total seat selama 17 hari masa angkutan Nataru untuk KA reguler, tambahan, dan KA lokal,  sehingga kenaikannya sebesar 6,8%. Hingga 5 November 2017 untuk KA Jarak Jauh dan Menengah telah terjual sebanyak 415.749 tiket.

Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya KAI menyiagakan alat material untuk siaga (Amus) di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra, Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra, dan petugas posko daerah rawan juga disiagakan di sepanjang lintas KA Jawa dan Sumatera untuk mencegah terjadinya gangguan perjalanan KA. Total sebanyak 2143 petugas disiagakan dengan rincian 633 personil PPJ Ekstra, 1190 personil PJL Ekstra, dan 320 personil posko daerah rawan.

Meskipun jumlah PJL ditingkatkan, KAI dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang. UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya. Data menunjukkan, dari tahun ke tahun, terdapat tren kenaikan jumlah kecelakaan di pelintasan sebidang. Pada 2015 terjadi 169 kecelakaan, 2016 tercatat 295 kecelakaan, dan per 25 Oktober 2017 terjadi 377 kecelakaan. Diperlukan kerja sama dengan seluruh pihak untuk mewujudkan keselamatan bersama.

Sementara itu, bagi para pengguna aplikasi KAI Access yang sudah mengunduh versi ter-update dan melakukan pembelian tiket KA dari aplikasi ini, mulai 2 Oktober fasilitas check in secara online bisa dilakukan langsung dari aplikasinya. Setelah melakukan check in melalui aplikasi, pengguna jasa KA akan mendapatkan e-boarding pass. Proses check in dan unduh e-boarding pass ini dapat dilakukan mulai dari 2 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

“Masyarakat yang telah mendapatkan e-boarding pass, tidak perlu lagi melakukan check in dan cetak boarding pass di mesin Check In Counter (CIC) di stasiun. Langsung saja menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas dengan menunjukkan e-boarding pass kepada petugas,” ujar Dirut KAI, Edi Sukmoro. (PR KAI)


Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Pengumuman