Menteri BUMN Resmikan Fasilitas Coworking Space di Stasiun KA

Dalam rangka mengakomodir minat masyarakat khususnya generasi milenial yang cenderung kreatif dan dinamis, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan fasilitas Coworking Space di berbagai stasiun. Adapun acara peresmian Coworking Space itu dilakukan oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno didampingi oleh Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Stasiun Bandung, Sabtu (6/4).

“Fasilitas Coworking Space tersebut ditujukan untuk memudahkan penumpang yang ingin bekerja dengan ruang yang nyaman saat berada di stasiun sebelum atau sesudah naik KA,” ujar Edi Sukmoro. Edi menambahkan, saat ini, fasilitas Coworking Space telah ada di 9 (sembilan) stasiun dan kedepannya akan dihadirkan di berbagai stasiun lainnya. Adapun daftar stasiun yang telah memiliki Coworking space adalah sbb:

Tabel Daftar Coworking Space di Stasiun

(Jika menggunakan mobile browser, geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom)

No

Stasiun

Lokasi

Kapasitas

1

Gambir

Jakarta

20 Seat

2

Juanda

Jakarta

12 Seat

3

BNI City

Jakarta

16 Seat

4

Bandung

Bandung

16 Seat

5

Cirebon

Cirebon

18 Seat

6

Semarang Tawang

Semarang

12 Seat

7

Yogyakarta

Yogyakarta

14 Seat

8

Surabaya Gubeng

Surabaya

16 Seat

9

Jember

Jember

10 Seat

 

Untuk menggunakan Coworking Space ini, penumpang cukup menunjukkan boarding pass dengan tanggal keberangkatan atau kedatangan pada hari yang sama. Setiap pengunjung Coworking Space dapat menggunakan fasilitas ini untuk bekerja maksimal selama 2 jam dalam setiap kunjungannya. Untuk saat ini, penggunaan fasilitas Coworking Space di stasiun digratiskan bagi penumpang.

“Sesuai motto KAI yakni Anda Adalah Prioritas Kami, KAI menjawab tantangan pelanggan KAI dalam hal pelayanan dari A sampai Z, termasuk untuk fasilitas Coworking Space. Stasiun kereta api sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat sudah semestinya memiliki fasilitas ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada pengguna setia moda transportasi KA,” kata Edi Sukmoro.

Peresmian Lokomotif Ber-AC

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Rini M Soemarno juga meresmikan pengoperasian lokomotif CC 203 95 04 yang telah dilengkapi pendingin ruangan (AC). Melalui Balai Yasa Yogyakarta, KAI melakukan modifikasi kabin lokomotif sehingga kini memiliki AC. AC yang dipasang memiliki kapasitas pendinginan ± 8.000 Kcal dan daya ± 3.000 watt yang mampu menahan hawa panas dari cuaca dan mesin lokomotif.

AC pada lokomotif ini merupakan produk dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 57,69%. Hal ini penting dalam rangka menciptakan kompetensi industri pendukung perkeretaapian di Indonesia.

Lokomotif ber-AC ini diharapkan dapat  meningkatkan kenyamanan bagi masinis sehingga lebih berkonsentrasi dalam bertugas. Selain itu, kabin ber-AC ini juga penting untuk keselamatan masinis untuk memberikan kesejukan di dalam kabin selama berdinas. Karena sebelumnya, masinis harus membuka jendela kabin lokomotif sehingga rawan terkena pelemparan batu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dari jumlah 251 lokomotif seri CC 201, CC 202, CC 203, dan CC 204 yang dimiliki KAI, saat ini sudah terpasang AC pada 17 lokomotif dari program tahun 2019 sebanyak 28 Lokomotif. Selanjutnya KAI merencanakan pemasangan AC pada seluruh armada lokomotif.

“KAI sebagai BUMN penyedia jasa transportasi tentu memprioritaskan unsur keselamatan bagi penumpang maupun kru di atas KA. Dengan adanya penambahan AC pada kabin lokomotif diharapkan mampu meningkatkan faktor keselamatan perjalanan kereta api,” pungkas Edi Sukmoro. (Public Relations KAI)


Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Pengumuman