TOD Berikan Peningkatan 5 pada Volume Penumpang

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerjasama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dalam mengembangkan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Sinergi BUMN ini ditandai dengan groundbreaking TOD Pasar Senen, Juanda, dan Tanah Abang yang dilakukan di 3 tempat yang berbeda pada Selasa (10/10).

Groundbreaking TOD Pasar Senen diresmikan secara simbolis oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini M Soemarno, dan Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo, dan Direktur Utama WIKA Bangunan Gedung Nariman Prasetyo. Sinergi WIKA dan KAI merupakan dukungan BUMN terhadap program pemerintah untuk menyediakan satu juta rumah bagi masyarakat.

"TOD ini akan buktikan bahwa masyarakat menengah ke bawah juga bisa tinggal di tengah kota dengan transportasi publik yang memadai," sebut Basuki. Basuki berharap dengan adanya hunian TOD ini, masyarakat dapat tinggal dengan nyaman di perkotaan. Pasalnya, selama ini kondisinya adalah masyarakat yang mampu tinggal di kota dan terbebani biaya transportasi yang rendah. Sebaliknya, masyarakat kurang mampu justru tinggal jauh dari pusat kota dan harus menanggung biaya transportasi tinggi.

Edi Sukmoro mengatakan, perseroan dalam hal ini tidak melihat pendapatan dari penjualan rusun TOD tersebut. Akan tetapi, KAI melihat dari sisi adanya kepastian penumpang untuk menggunakan transportasi kereta api. "Kalau mereka tinggal di sini hampir dipastikan 50 persen - 60 persen menggunakan kereta api," ujar Edi. KAI berharap kenaikan jumlah penumpang berkat adanya rusun TOD bisa lebih dari 5 persen. "Yang paling penting, mereka tidak perlu pakai kendaraan lain untuk menuju rumah karena rumahnya di situ juga. Itu yang paling penting," pungkas dia.

Bintang Perbowo mengatakan  “Jadi nanti akan ada 1.362 unit hunian dari total tiga tower ini. Hunian TOD ini akan dibangun dilahan seluas 8.560 m2 milik KAI. Satu tower akan dibangun rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 480 unit dan dua tower berupa apartemen komersial 882 unit.” Bintang mengatakan pembangunan hunian dengan konsep TOD merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan hunian layak. “Ke depan, WIKA bersama KAI berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam mewujudkan program satu juta rumah dengan membangun kawasan TOD di aset-aset tanah milik KAI yang terintegrasi dengan stasiun untuk memudahkan mobilitas warga”.

Pada hari yang sama, Groundbreaking TOD Juanda dan Tanah Abang ini ditandai dengan  penabuhan gendang oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Plt Komisaris Utama KAI Muchtar Arifin, Dirut KAI Edi Sukmoro, dan Direktur Aset Tanah & Bangunan Dody Budiawan.

Adapun proyek hunian TOD Juanda ini akan dilakukan pembangunan sebanyak 2 (dua) tower yang akan menampung sebanyak 627 unit hunian diatas lahan seluas 5.903 m2 dan memiliki komposisi hunian rusunami yang diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 171 unit dengan luasan per unit 32 m2.

"Jadi masyarakat berpenghasilan rendah harus dapat sediakan minimal 30 persen ternyata disini sampai 35 persen dan insyaallah lebih baik lagi. Dengan harga yang memadai tetapi kualitas baik," ujar Rini Soemarno. Rini menegaskan besaran bangunan seluas 32 meter persegi per unit cukup memadai untuk menampung satu keluarga. Luasan yang sama juga akan diterapkan di unit-unit hunian TOD lain.

TOD Juanda juga dilengkapi dengan fasilitas swimming pool & gym, commercial area, pedestrian elevated walk-way, jembatan menuju parkiran, gedung parkir, Jakarta Railway Center, Stasiun Juanda dan shuttle bus drop off kantor KAI yang menyatu dengan hunian TOD Juanda. Selain terintegrasi dengan moda transportasi massal, termasuk kereta api dan Transjakarta, proyek hunian TOD Juanda juga memberikan nilai tambah karena terhubung dengan fasilitas publik antara lain pusat pendidikan, bisnis, perbankan pusat pemerintahan dan rumah sakit.

"Konsep hunian TOD Juanda dan Tanah Abang ini diharapkan dapat mempermudah mobilsasi masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari. Pembangunan ini dapat membuat biaya transportasi penghuni TOD tersebut menjadi lebih efisien karena terintegrasi langsung dengan moda transportasi massal kereta api," ujar Direktur Utama PT PP Properti, Tumiyana.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya menjelaskan, TOD adalah salah satu solusi kepadatan ibukota, dengan harapan lahan yang digunakan untuk TOD ke depannya lebih luas sehingga dapat mengakomodir lebih banyak orang. Budi Karya Sumadi menyatakan semua stasiun di Jabodetabek akan dibangun rumah susun (rusun) berkonsep TOD. Menurut dia, adanya rusun yang terintegrasi dengan transportasi membuat masyarakat beralih menggunakan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Sehingga, hal ini juga akan mempermudah manajemen lalu lintas di jalan raya. (PR KAI)


Kategori Berita