Banyak Peminat BarangTak Ada (Masker)

Kini masker masih menjadi barang langka untuk diperoleh masyarakat. Tingginya permintaan, tidak mampu diimbangi oleh para produsen Ini menyebabkan harga masker di pasaran melambung tinggi.

Salah seorang warga, Andri Maulana (30) warga Salendro Timur, mengatakan, kelangkaan masker sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir, seiring dengan teror informasi coronavirus yang berkembang di masyarakat.

 

Bahkan, Ia mengaku untuk mendapatkan sebuah masker harian yang digunakannya untuk mengendarai motor, dirinya harus menitipkan pembeliannya pada seorang teman yang berdomisili di Kota Cimahi.

"Iya itu (masker) udah mulai susah mungkin dari minggu kemarin, jangankan apotek biasa, Kimia Farma yang lengkap aja, udah jarang, gara-gara virus (corona) mungkin ya jadi semua orang pada nyari masker. Malahan saya juga dapet ini dari teman yang beli di Cimahi," ujarnya saat ditemui di salah satu ritel minimarket di Jalan Kliningan, Buah Batu, Kota Bandung. Minggu (9/2/2020).

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Pharmacy Manager Apotek Kimia Farma Buah Batu, Aji Sutarmaji. Menurutnya, total satu minggu pihaknya tidak memiliki atau menjual masker, karena stok persediaan yang kosong. Bahkan, menurutnya, kondisi serupa juga di alami oleh Apotek Kimia Farma lainnya di Kota Bandung.

"Sampai hari ini kami masih kosong, kalau yang mencari masker tiap hari ada saja, tapi persediaan kan tidak ada. Selain itu, karena ini hari Minggu dan kantor pusat libur, saya juga belum mendapat informasi kapan masker itu bisa tersedia, karena pembelian alkes di kami itu terpusat," ujarnya melalui sambungan telepon kepada Tribun Jabar. Minggu (9/2/2020).

Sebelumnya Aji menuturkan, kelangkaan barang, hingga melambungnya harga masker diduga disebabkan oleh sulitnya menemukan produsen masker tersebut.
Bahkan, untuk masker jenis N95, pihaknya sudah tidak memiliki persediaan sejak Senin, (3/2/2020), kondisi serupa juga dialami oleh beberapa apotek Kimia Farma di Bandung lainnya.

"Yang jelas kami sudah tidak memiliki persediaan masker N 95, termasuk unit apotek Kimia Farma se Kota Bandung lainnya stoknya kosong semua, saya tidak tahu kalau kondisinya di luar apotek Kimia Farma. Penyebabnya, karena memang tidak ada sumbernya (produsen) lagi, mau di cari kemanapun juga engga dapat," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon. Jumat (7/2/2020).

 

Disinggung mengenai adanya upaya penaikan harga sebelum ketersediaan masker kosong, Aji mengaku, hal tersebut tidak sempat Ia lakukan, lantaran permintaan kebutuhan pasar berlangsung sangat cepat. Sehingga pihaknya masih menjual masker dengan harga normal.

"Sebelum adanya kasus (coronavirus) biasanya kami tidak pernah jual masker N 95, tapi karena adanya kebutuhan, maka kami sediakan. Untuk harga, jenis N 95 saja kami masih jual normal yaitu, Rp 90 ribu per buah, begitu juga jenis masker biasa, misalnya merk triplay atau sensi sekitar Rp. 40 ribu per box. Jadi kami belum sempat menaikan (harga), tapi barang sudah keburu habis," katanya



Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Banyak Peminat BarangTak Ada, Apotek Kimia Farma di Kota Bandung Pun 7 Hari Tak Ada Masker, https://jabar.tribunnews.com/2020/02/09/banyak-peminat-barangtak-ada-apotek-kimia-farma-di-kota-bandung-pun-7-hari-tak-ada-masker.
Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan


Kategori Berita