Jadi Induk Holding, Bio Farma Siap Dongkrak Kemandirian Industri Farmasi

 Kementerian BUMN telah meresmikan berdirinya Holding Farmasi, dengan Bio Farma sebagai induk holding, dan beranggotakan PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indonesia Farma (Indofarma) Tbk.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/1), Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengatakan, pembentukan holding ini diharapkan dapat membantu penyebaran produk farmasi secara merata ke seluruh pelosok negeri. Selain itu, juga untuk menumbuhkan inovasi dari anggota holding farmasi, dalam menciptakan suatu produk baru.

"Pembentukan holding farmasi ini ditujukan untuk menguatkan kemandirian industri farmasi, meningkatkan ketersediaan produk, dan menciptakan inovasi bersama untuk penyediaan produk farmasi. Di samping untuk menurunkan impor bahan baku farmasi," papar Honesti.

"Sinergi dari tiga BUMN yang tergabung dalam holding farmasi ini, dapat menurunkan impor bahan baku farmasi atau Active Pharmaceutical Ingredients (API). Saat ini, lebih dari dari 90 persen bahan impor farmasi masih didatangkan dari luar negeri,” sambungnya

Pengesahan Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi ditandai dengan terbitnya surat persetujuan Menteri BUMN Erick Thohir, sebagai keputusan RUPS yang menyetujui pengalihan seluruh saham Seri B milik pemerintah pada Kimia Farma dan Indofarma di Bio Farma.

Surat persetujuan Menteri BUMN adalah bentuk tahap akhir proses pendirian holding.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 tanggal 15 Oktober 2019, yang berisi penambahan penyertaan modal negara dalam modal saham perseroan PT Bio Farma.

Penambahan penyertaan modal negara tersebut dilakukan dengan penyerahan saham pemerintah, yang berada di Kimia Farma dan Indofarma pada Bio Farma, sebagai penyertaan penambahan modal negara.

Saham pemerintah di PT Kimia Farma dan Indofarma yang diserahkan pada Bio Farma, masing-masing berjumlah 4.999.999.999 dan 2.499.999.999 lembar saham. Dengan total nilai keseluruhan saham yang diserahkan, mencapai Rp 12.479.821.000.000.

Bio Farma sebagai Holding Company akan tetap fokus pada bisnis utamanya sebagai produsen vaksin dan antisera.

Bio Farma menyiapkan manajemen sendiri yang akan tetap fokus pada sektor tersebut, sebagai operation holding.

“Pembentukan holding BUMN farmasi ini merupakan milestone dalam pembentukan ekosistem Healthcare di Indonesia, sehingga dari hulu ke hilirnya dapat dikelola semua dengan baik,” kata dia.

Holding Farmasi akan tetap memenuhi regulasi yang ditetapkan otoritas berwenang. Dengan keunggulannya masing-masing, anggota holding akan saling membantu satu sama lain dan bersinergi.

Bio Farma sebagai induk holding akan mendorong Kimia Farma dan Indofarma menghasilkan produk yang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, sebagaimana yang sudah dicapai Bio Farma.

“Bio Farma juga akan mendorong Kimia Farma dan Indofarma untuk masuk ke pasar global. Kami semua akan bersinergi dengan sumber daya manusia, yang mempunyai kompetensi untuk menciptakan produk inovasi farmasi nasional,” kata dia. [HES]

*https://rmco.id/baca-berita/ekonomi-bisnis/27874/jadi-induk-holding-bio-farma-siap-dongkrak-kemandirian-industri-farmasi-nasional


Kategori Berita