Virus corona menyerang, begini efeknya ke pasokan bahan baku emiten farmasi

Mewabahnya virus corona Wuhan (2019-NcoV) berdampak pada aktivitas pasokan bahan baku farmasi yang 92% diimpor. Seperti diketahui, bahan baku obat (BBO) 60% dipasok dari China.

President Director PT Hexpharm Jaya Laboratories Mulia Lie menjelaskan dampak merebaknya virus corona di China diakui mengganggu pasokan bahan baku obat. Alhasil untuk menghadapinya, perusahaan sedang berusaha mengatur stok dan produksi.

"Perusahaan akan terus menjaga stok cukup sampai dua bulan ke depan," jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (6/2).

Mulia mengharapkan situasi akan membaik dan pasokan bahan baku obat bisa kembali normal.

 

Emiten farmasi lainnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengakui hingga saat ini belum mengurangi impor bahan baku dari China.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) sekaligus induk Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir sebelumnya mengakui saat ini BUMN Farmasi menyerap bahan baku dari China dan India.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pernah menyatakan wabah virus corona dikhawatirkan mengganggu pasokan bahan baku obat dari China.

Meski demikian, Honesti menyatakan pernyataan Menko Perekonomian itu untuk langkah preventif. Pasalnya saat ini kondisinya sedang panik sehingga takut gangguan pasokan bahan baku terganggu. Juga karena khawatir saat pengiriman ada tumpangan virus.

"Namun, dengan tindakan pemerintah melakukan beberapa hal, persoalan (kepanikan) ini bisa diatasi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/2).

Meski demikian, sampai hari ini Honesti bilang belum menghentikan aktivitas bahan baku impor karena bahan baku yang masuk ke Indonesia tidak langsung dipakai.

"Ada proses pengecekan lagi apakah ada  kontaminasi atau tidak," jelasnya.

Sampai dengan saat ini, Kimia Farma telah berupaya mengurangi bahan baku obat dengan meningkatkan kemandirian farmasi.

 

Adanya holding BUMN Farmasi ini, Honesti menyatakan bakal  memperkuat kemandirian farmasi. Targetnya di akhir 2020 Kimia Farma bisa mengurangi impor bahan baku sebesar 5% karena pabrik baru beroperasi di tahun ini. 

Adapun pada tahun 2021 impor bahan baku bisa ditekan tiga kali lipatnya atau mencapai 15% sehingga impor bahan baku obat dapat ditekan menjadi 75%.  

Dalam memuluskan targetnya ini, Honesti menjelaskan, Kimia Farma sudah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2 triliun. 

 


Kategori Berita