Pegadaian Perkuat Pasar Syariah dengan BJB Syariah

Jakarta, 2 Desember 2019 - PT Pegadaian (Persero) semakin agresif menggarap pasar keuangan syariah yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Bank Jabar Banten (BJB) Syariah dalam memudahkan pemanfaatan jasa layanan dan produk. Kerja sama ditanda tangani oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dan Direktur Utama Bank BJB Syariah Indra Falatehan.

" Kami terus meningkatkan layanan bisnis gadai kepada seluruh masyarakat di Indonesia dengan menjalin kerjasama dengan Bank BJB Syariah. Hal ini kami lakukan agar Pegadaian tetap menjadi The Most Valuable Financial Company di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia."

Kerja sama antara Pegadaian dan BJB Syariah, bertujuan untuk pengembangan bisnis yang saling menguntungkan dalam hal melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bidang usaha. Tidak hanya itu, kerja sama ini juga untuk saling mendukung kegiatan usaha masing-masing perusahaan.

Sebelumnya, Pegadaian telah menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) dalam pemanfaatan jasa dan layanan produk.

Kuswiyoto menjelaskan ruang lingkup perjanjian nota kesepahaman kali ini meliputi kerja sama pemasaran dan pemanfaatan produk dan layanan kepada karyawan kedua perusahaan, pengembangan jaringan bersama untuk jasa dan produk unggulan. Tidak hanya itu, kerja sama ini juga meliputi anak - anak usaha masing-masing perusahaan.

"Adanya kerja sama antara Pegadaian dan BJB Syariah diharapkan dapat meningkatkan bisnis gadai. Karena kami optimis kerja sama tersebut akan membawa dampak positif bagi peningkatan kinerja keuangan kedua perusahaan."

Produk - Produk unggulan Pegadaian terbagi atas 3 inti layanan, sebagai suatu solusi bisnis terpadu bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan akan pendanaan atau pembiayaan,investasi secara retail, serta layanan transaksi keuangan guna mempercepat dan mempermudah kegiatan ekonomi masyarakat.

3 inti layanan Pegadaian yaitu layanan Pembiayaan dengan produk Gadai KCA, Krasida, Gadai Syariah (Rahn), Kreasi, Arrum, Arrum Haji, Amanah. Layanan emas yaitu Mulia Tunai, Mulia Angsuran, dan Tabungan Emas. Kemudian layanan Aneka Jasa dengan produk Jasa Taksiran, Jasa Titipan, Safe Deposit Box (SDB), Remittance, Multi Payment Online, dan Persewaan Gedung.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan industri keuangan syariah nasional hingga Mei 2019 sebesar 11,25%. Dirincikan nilai pasar modal syariah hingga periode yang sama mencapai Rp 727,08 triliun, INKB sebesar Rp 100,49 triliun, dan total aset perbankan sebesar Rp 484,62 triliun. Adapun pangsa pasar perbankan syariah saat ini masih mencapai 5,85% dari total industri perbankan.