Lagi, Kapal Rute Korea Sandar Di Terminal Teluk Lamong

SURABAYA (3/9) – Kecanggihan dan ketepatan pelayanan di PT Terminal Teluk Lamong mengundang semakin banyak kapal internasional dan domestik untuk melakukan proses bongkar muat. MV Cape Fulmar, kapal berkapasitas 1700 TEUs tersebut, sandar di dermaga Teluk Lamong pada Minggu (3/9).

MV Cape Fulmar merupakan kapal internasional berbendera Marshall Island dengan berat 15.995 Ton. Kapal sepanjang 171 meter tersebut berlayar dari Pusan (korea) menuju Qingdao (Cina) melewati Vietnam dan Indonesia. Kapal berjenis Pontoon tersebut dibuat pada tahun 2007 dan dapat mengangkut peti kemas hingga 20.000 Ton.

Terminal Teluk Lamong bersama dengan SM Line sebagai perusahaan pelayaran, melakukan penyambutan kedatangan MV Cape Lunar. Captain Marinko Magasic beserta 19 awak kapal asal Kroasia, Cina dan Filipina turut hadir dalam kegiatan tersebut. “Kami senang dengan penyambutan pada hari ini, pelayanan prima yang dilakukan oleh terminal dalam melakukan bongkar dan muat sangat efektif dan efisien sehingga kapal dapat datang dan pergi tepat waktu,” ujar Marinko.

Proses bongkar muat di Terminal Teluk Lamong dinilai cukup terpercaya sehingga perusahaan pelayaran mempercayakan pelayanan kapal internasional pada anak usaha milik Pelindo III tersebut. “ Terimakasih untuk Terminal Teluk Lamong yang dapat bekerjasama dengan baik, terutama untuk pelayanan kapal internasional yang cepat dan tepat,”  jelas Agus Tri selaku Branch Manager SM Line Surabaya.

Fasilitas bongkar muat dan peralatan canggih yang dimiliki Terminal Teluk Lamong memberikan rasa kepercayaan penuh kepada pengguna jasa untuk melakukan pelayanan. Penambahan peralatan serta proses pembangunan yang sedang dilakukan akan membuat Terminal Teluk Lamong semakin menjadi tempat labuhan yang tepat bagi kapal-kapal berukuran besar. “Kecepatan dan ketepatan pelayanan selalu kami perhitungkan karena kapal internasional sangat memperhatikan ketepatan waktu,” ujar Ghufron, Shift Manager Terminal Teluk Lamong.

Pada tahun 2017, Terminal Teluk Lamong telah dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan yang semakin lengkap untuk mempercepat proses pelayanan. Dermaga sepanjang 500 meter dilengkapi dengan 10 unit ship to shore berkapasitas 35 boks/jam dan bertenaga listrik siap melayani kapal domestik dan internasional. Automated Stacking Crane kini telah berjumlah sepuluh unit yang merupakan alat canggih digunakan di lapangan penumpukan, bertenaga listrik dan dijalankan dengan sistem komputerisasi otomatis tanpa bantuan manusia “ASC Teluk Lamong kini bertambah menjadi sepuluh unit, dimana lima unit yang baru sudah terpasang dan sedang dalam proses comissioning,” tambah Ghufron

Pelindo III sebagai perusahaan milik negara telah melakukan banyak inovasi pada bisnis kepelabuhanannya. Terminal Teluk Lamong merupakan salah satu anak usaha kebanggaan bangsa yang dibuat untuk mempercepat proses pelayanan logistik di Indonesia. Banyak hal telah dilakukan sehingga Terminal Teluk Lamong dibuat untuk mengukir prestasi Indonesia dalam menyaingi pelabuhan lain di dunia. Peralatan, fasilitas dan kebijakan yang dibuat berorientasi pada semi otomatis, komputerisasi dan ramah lingkungan yang sudah tak asing lagi di dunia namun baru satu-satunya di Indonesia. Semoga kecanggihan ini tidak hanya dimiliki oleh Surabaya dan Pelindo III tetapi bisa menjadi contoh bagi seluruh pelabuhan di Indonesia. (Manyar)


Kategori Berita