Jokowi Bentuk Tim Khusus Pemantau Program 1 Juta Rumah

Jakarta -Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) membuat Tim Monitoring dan Pengendalian Program 1 juta rumah. Tim ini bertugas untuk mengawasi proses penyediaan 1 juta rumah, dari mulai penyediaan lahan, pengawasan perkembangan pembangunan hingga pengendalian pemanfaatannya.

Sekretaris Tim Monitoring dan Pengendalian Program Sejuta Rumah Kuswardono menyebutkan tim ini terdiri dari gabungan sejumlah instansi pemerintah dari mulai Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan, dan sejumlah asosiasi pengembang.

"Tim gabungan ini punya tiga tugas utama. Pertama, memastikan lahan sudah siap, hunian bisa dibangun, dan memastikan pemanfaatan rumah itu sendiri. Semua, dari apa saja yang sudah dibangun bagaimana perkembangannya apa kendalanya. Termasuk misalnya, kenapa tanah sudah ada izin-izin sudah lengkap tapi kok belum realisasi pembangunan. Apa kendalanya?" tuturnya saat ditemui detikFinance, di ruang kerjanya, Senin (11/5/2015).

Dalam bekerja, tim ini akan melakukan pertemuan setiap akhir minggu ketiga setiap bulannya untuk membahas sejauh mana perkembangan proyek pembangunan sejuta rumah yang sudah di-groundbreaking hingga perkembangan persiapan proyek yang baru akan dibangun.

"Semua pelaku harus melakukan pembaruan data paling lambat pada minggu ketiga setiap bulannya. Evaluasi itu bisa memanggil mereka langsung atau cukup dari dirjen-dirjen yang ada di sini saja. Tapi kalau memang perlu dan mendesak mereka akan dipanggil kembali,"‎ katanya.

Ia menjelaskan, rapat pembentukan tim monitoring ini telah dilakukan pada Jumat 8 Mei 2015. Saat ini, draft mengenai fungsi tim gabungan dalam pembahasan bagian Biro Hukum Kementerian PUPR.

"Minggu ini diharapkan Surat Keputusan (SK) Menteri PUPR bisa keluar. Kita bisa bekerja segera," katanya.

Detik.com


Kategori Artikel