Kunjungan World Bank ke Perumnas

Dalam rentetan kunjungan World Bank (Bank Dunia) di Jakarta guna untuk memahami sektor Perumahan Rakyat di Indonesia, Perumnas menjadi salah satu tempat tujuan pada rentetan kunjungan tersebut. Bertempat di Wisma Perumnas, tim Bank Dunia yang terdiri dari Dao Harrison, Rumana Huque, Duong Huynh, Deidre Lal Schmidt, dan beberapa tim dari Bappenas dan Kementrian Perumahan Rakyat disambut oleh 2 direksi Perum Perumnas, Bapak Muhammad Nawir dan Bapak Hakiki Sudrajat.

 

Dalam kunjungan tersebut, tim Bank Dunia ingin menggali apa yang menjadi pencapaian, tantangan yang dihadapi Perumnas sampai dengan saat ini. Pengenalan atas beberapa portfolio business Perumnas dari rumah tapak, rumah susun yang telah digulirkan Perumnas hingga beberapa proyek Mixed Use di beberapa kota seperti semarang, Surabaya dan Pontianak menjadi bahan diskusi hangat di pertemuan itu.

 

Bapak Hakiki dan Bapak Nawir menyampaikan bahwa Perumnas harus melakukan diversifikasi produk ke arah komersial untuk target premium market guna untuk menyeimbangkan neraca keuangan perusahaan. Dengan tidak adanya bantuan PSO seperak pun dari pemerintah memaksa Perumnas untuk melakukan strategi itu.

 

Agenda pun dilanjutkan dengan kunjungan ke 3 proyek Perumnas, yaitu Proyek BUMN Pedui Kemayoran, Rusunawa Pulo Gebang- Tower Seruni dan Sentra Timur. Menjadikan Perumnas sebagai angker provider pada pasokan perumahan rakyat adalah pesan utama yang disampaikan ke Bank Dunia untuk nantinya dapat diteruskan ke pemerintahan Indonesia Baru.


Kategori Artikel