Pemerintah Hanya Sanggup Bangun 100 Ribu Rumah

JAKARTA – Pemerintah masih mengandalkan pengembang guna mewujudkan program sejuta rumah pada 2015. Dari target tersebut, pemerintah hanya mampu membangun 10%, atau sebanyak 100 ribu rumah.

 

“Pembangunan sejuta rumah rakyat ini lebih besar masih dipegang pengembang, yaitu capai 800.000 unit dan sisanya akan dibangun oleh pemerintah, Perumnas dan BPJS,” kata Plt Direktorat Jendral Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR, Syarif Burhanudin, di Jakarta, baru-baru ini.

 

Menurut Syarif, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sekitar 13, 6 juta orang belum memiliki rumah dan 7,6 juta orang belum memiliki hunian yang layak. Oleh karenanya, sasaran pemerintah dalam program 1 juta rumah adalah masyarakat yang belum memiliki hunian. “Jadi sasaran utamanya adalah masyarakat yang belum memiliki hunian, bukan dasar kepemilikannya,” kata dia.

 

Saat ini, jelas Syarif, bila mengacu data BPS, setiap tahun kebutuhan rumah mencapai 800 ribu unit, sedangkan membangun hanya 400.000 unit. Dengan demikian, masih ada gap atau kekurangan sebesar 400.000 unit.

 

Kembali ke program sejuta rumah, Syarif mengatakan, 600.000 unit dari jumlah tersebut diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan 400.000 unit untuk rumah non-MBR atau komersial. Untuk membangun rumah MBR, anggaran APBN hanya mampu merealisasikan sebanyak 100 ribu unit, berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Jumlah itu akan ditambah dari kontribusi Perumnas sebesar 36 ribu unit, baik rusunami maupun rumah tapak.

 

“Sisanya kami dorong BPJS untuk menyumbang perumahan rakyat dalam jumlah besar. Namun, BPJS saat ini terkendala masalah regulasi sehingga ada keterbatasan. Oleh karenanya pemerintah berencana merevisi aturan mengenai BPJS agar bisa menyumbang sektor perumahan sampai 50% lebiih,” jelas dia.

Sumber : Investor Daily


Kategori Artikel