Perumnas Perbanyak Rusunami

Jakarta-BUMN penyedia perumahan rakyat, Perum Perumnas, menggalakkan pembagunan rumah susun sederhana milik di sejumlah kota. Direktur pemasaran Perum Perumnas Muhammad Nawir menyampaikan rusunami akan dibangun di sejumlah lokasi seperti Karawang, Medan, Bandung, Makassar. Ada juga yang terletak di wilayah Ibukota seperti Cengkareng dan Kemayoran.

Kita harapkan pembagunannya bisa dimulai pada bulan depan, sesuai jadwal groundbreaking program sejuta rumah, ujarnya di sela –sela rakornas Perum Perumnas.

Bila pencanangan tiang perdana dimulai April lanjut Nawir, konstruksi pembangunan tahun ini bisa mencapai 40% pembangunan di Medan berada di lahan seluas 1,8 hektare. Direncanakan terdapat tujuh tower rusunami dan pada bagian bawahnya dibuat pusat perbelanjaan. Pasalnya, lanjut Nawir, lokasi hunian Vertikal tersebut sangat strategis karena berada di area perdagangan di pusat kota. Senada dengan Medan, di Makassar pembangunan rusunami sejumlah dua Tower dipadukan dengan properti komersial berupa ruko.

Di ibukota Jawa Barat dan Karawang direncanakan memiliki tiga tower rusunami pada lahan masing –masing seluas 3 hektar dan dan 4 hektar. Lahan di Karawang baru terpakai seperlimanya (8.000 m2) untuk tiga tower. Kalau saat di tawarkan banyak permintaan , kita akan menambah tower lagi, tuturnya.

Menurut Nawir, rata-rata setiap tower hunian vertikal ini memiliki 300 unit dengan harga jual berkisar Rp 9 juta permeter persegi. Jadi tipe terkecil ukuran 22m2 harganya sekitar Rp 200 juta, ujarnya.

Bila mengacu pada daftar di kementerian PUPR, tutur Nawir, harga jual di setiap lokasi berbeda. Di Jakarta harga dipatok Rp9,8 juta/m2, Medan Rp 9 juta/m2, dan Makassar Rp 8,8 juta/m2 Adapun Karawang dan Bandung harganya berada di angka Rp 8 juta/m2.

Selain di lokasi-lokasi tersebut, Perum Perumnas juga masih mengurus perizinan lahan di Surabaya untuk dibangun rusunami.


Kategori Artikel