Rusun Tua di Jakarta akan Direvitalisasi

WARTA KOTA, PALMERAH-KeberadaanRumahSusunSederhanaMilik (Rusunami) danRumahSusunSederhanaSewa (Rusunawa) yang sudahberusiadiatas 30 tahunmenjadi target revitalisasiKementerianPekerjaanUmumdan        Perumahan Rakyat (Kemen-PU Pera).

            MenteriPekerjaanUmumdanPerumahan Rakyat (PU-Pera) BasukiHadimuljonodalamketeranganpersnya mengatakan, pihaknyasudahmenerimamasukanterkaitpermohonankerjasamarevitalisasi.

            "Tetapimasihsebatas program, belumketahapanlebihlanjut. Dan yang terdekatditargetkanRusunKebonKosong agar bisasegeradihuni 2015 April nanti," ujarnya.

            Dihubungiterpisah, ketua Housing and Urban Development (HUD) Institute ZulfiSyarif Koto mengatakan, revitalisasirumahsusun yang sudahtua di Ibukota DKI Jakarta sudahsangatmendesakseiringdenganperkembangantata            ruang di kawasantersebut. Revitalisasijugaperludilakukanmengingatusiabangunan yang sudahtua, sehinggastrukturbangunansudahsangatrentanterhadapbahayagempadankebakaran. 

"Sudahtidakcocoklagisebagairusunsehinggaharussegeradirevitalisasimenjadihuniandankomersialberlantaibanyak (mixed use) sepertikawasan di sekitarnya," kata Zulfi.

            Dikatakannya,  JusufKallasaatmenjabatWakilPresidenpadaperiode 2004 - 2009 telahmenginstruksikanuntukmerevitalisasirusunseperticontohnyarusunKebonKacangkarenasudahtidaksesuailagidenganperkembangantata            ruang di kawasantersebut. Rekomendasidiantaranyaterkaitaspek legal (hukum) untukmenjadikanRusunKebonKacangsebagaikawasanmixed use (huniandankomersial) berlantaibanyaksesuaiperuntukantataruang di kawasantersebut.

            Salah satusolusimengurangiangkakekurangan (backlog) perumahan yang tahuninimencapai 15 juta unit lebihiniadalahdengandenganmembangunhunianvertikal, yaknirumahsusun.Selaindapatmenampungbanyak orang           dalamsuatulahan, biaya yang dibebankankepadapenghuni pun lebihmurahdibandingkanrumahtapak.

            Pengamat Tata Kota YayatSupriyatnamengatakanrevitalisasirumahsusun di Jakarta disesuaikandengankebutuhan.

            "Yang mendesakadalahmeningkatkanjumlahrumahsusun di Jakarta. Soalrevitalisasiitusepenuhnyatergantungpadapemilik (rumahsusun)," ujarnya. MenurutYayat, harusdiperhatikansuarapenghunirumahsusunkarenainiakan    terkaitdenganbiaya yang akandikeluarkanolehpenghuni lama.

            DirekturEksekutif Youth Forum for Sustainable Development (YFSD) Ramadhan Isa menambahkan,  untukkota modern seperti Jakarta amatdibutuhkanhunianvertikal yang mampumengatasikepadatanjumlahpenduduk. "Langkah            awalnyaadalahmerevitalisasirusun yang sudahberusia di Jakarta. Kalaudibangunhunianbaruberbasis mixed use, tentuhaliniakanmenguntungkanparapemilikdandapatmenyediakanlebihbanyak unit-unit yang dapatditempatolehwarga," jelasnya. 

            Dhanimenambahkan, Kementerian PU danPerumahan Rakyat bersamaPemerintahProvinsi DKI harussegeramembentuktimuntukmensosialisasikanrencanarevitalisasirumahsusun yang sudahberusia 30 tahunitu. Awalnyarusun       kebonkacangtanahAbangditujukanuntukmasyarakatberpendapatanrendah, danuntukmerevitalisasiRusunKebonKacangharusmematuhiUndang-Undangnomor 20 tahun 2011 tentangrumahsusunmenggantikanundang-undangnomor 16 Tahun 1985, yang hinggasaatiniperaturanpemerintahnyatakkunjungterselesaikan.

            "Jikadirevitalisasi pun, sebaiknyapemerintahmencontohpadaSingapura yang mengelola public housing melalui Housing and Development Board (HDB), yang jugamemperhatikanaspekkebutuhanpenghuni, takhanyakomersil. Denganbegitu, warga pun akanmerasanyaman," tandasnya. 

 (Warta Kota, Ahmad Sabran)


Kategori Artikel