Djan Faridz Sebut Dolar Tembus Rp 11.000 Tak Pengaruhi Harga Properti

Wonosobo - Pelemahan rupiah yang membuat dolar AS menembus Rp 11.000, menurut pemerintah tidak akan mempengaruhi harga perumahan di Indonesia. Pelemahan rupiah ini hanya bersifat sementara saja "Kalau dolar ini kan sifatnya sementara. Sedikit lagi kan juga kembali normal, yang berpengaruh itu BBM sebetulnya. Kenaikan harga BBM itu mendongkrak bahan-bahan bangunan, nah itu yang harus disesuaikan. Tapi tidak semua tempat perlu penyesuaian," ujar Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz di Pondok Pesantren Universitas Saint Al Quran (UNSIQ), Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2013). Djan mengatakan, Kemenpera pernah membuat pameran perumahan di sepuluh kota baru-baru ini dan harga properti masih sama. Selain itu, tingkat penjualan tetap tinggi, meskipun dolar sedang melonjak. "Kemarin saya bikin pameran perumahan, di sepuluh kota itu dengan harga yang sama tidak ada masalah penjualan tetap tinggi, jadi pengembang masih mau menjual dengan harga lama, terangnya. Meskipun harga properti masih menggunakan harga lama, Djan mengatakan, penjualan rumah saat ini masih menguntungkan. "Tapi kalau dari dolar nggak, ini kan cuma efek sementara, dan ini bisa segera diatasi oleh pemerintah," tegas Djan.


Kategori Artikel