BISNIS BUDIDAYA LELE BINAAN ULAMM PNM MEMATIL PERHATIAN PEMERINTA

Pekanbaru, 20 Agustus 2015 – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) lembaga keuangan nonbank milik Negara, pada kwartal kedua ini melaksanakan program klasterisasi pengusaha di wilayah Pekanbaru - Riau.

Pelaksanaan program tersebut mengambil tempat di Desa Hang Tuah Provinsi Riau dengan melibatkan 150 pengusaha dan petani ikan lele dan turut juga mengundang kepala Dinas Perikanan dan Kelautan setempat serta kepala Desa Hang Tuah Provinsi Riau pada program serta pelatihan tersebut. Kali ini, adapun materi pemaparan yang diberikan ULaMM PNM cabang Pekanbaru adalah motivasi usaha, pemasaran produk, perencanaan keuangan sederhana, serta memberikan edukasi terkait P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

Iib Nursaleh, Anggota DPRD Kabupaten Kampar mengatakan “Para pelaku usahadi provinsi Riau sebagian kecil di dominasi petani ikan lele. Para petani lele di wilayah sini kami rasa perlu didorong motivasinya untuk dapat lebih maju, dengan juga dibekali beberapa keahlian dan pengetahuan mengenai pemasaran, perencanaan keuangan, pengolahan bibit ikan lele hingga pelatihan tentang P-IRT.”

“Oleh sebab itu, kami sangat berterima kasih sekali atas kehadiran ULaMM PNM untuk membentuk klasterisasi dan memberikan pelatihan guna meningkatkan kapasitas serta kualitas petani ikan lele di provinsi Riau” tambahnya.

Ramon Agustus, Pemimpin Cabang Pekanbaru menambahkan “petani lele bisa dilihat sebagai salah satu produk yang menjanjikan dan memiliki daya saing tinggi. Dalam serta kita menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN, perlu kita memperkuat dan membekali pelaku UMK lokal agar siap dan memiliki produk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN dikemudian hari.”

“Program rutin yang dilaksanakan ULaMM PNM di Pekanbaru ini, merupakan komitmen kami sebagai sarana edukasi dan layanan kepada pelaku UMK, dimana pada program Pengembangan Kapasitas Usaha tersebut, pelaku UMK selalu diberikan pendampingan secara terus menerus dalam menjalani usahanya.” Tambah Ramon di akhir acara.

            Arief Mulyadi, Executive Vice President PT PNM (Persero) mengatakan, “program pendampingan usaha atau capacity building ini perlu digalakan khususnya di wilayah berpotensial seperti Pekanbaru, karena kualitas pelaku UMK setempat yang sangat berpotensi tinggi sebagai salah satu agen pengusaha lokal untuk bersaing menghadapi pasar global dan membantu perekonomian nasional.”

            “Kinerja PT PNM Persero dalam membina 237.000 Pelaku UMK se-Indonesia ini, ULaMM PNM dipercaya oleh pemerintah dan legislator untuk mengelola Penyertaan Modal Negara sebesar 1 triliun khusus pengembangan UMK. Berdasar mandatori tersebutlah, ULaMM PNM saat ini meluaskan jaringan layanan kepada UMK dengan menambah menjadi 62 kantor layanan hingga 2.931 Kecamatan di 27 Provinsi. Pertumbuhan yang dicapai ULaMM PNM tersebut tidak lepas dari kontribusi pelaku UMK setempat, oleh karena itu, sebagai bentuk kewajiban dalam membina pelaku UMK, pada hari ini, kami melaksanakan program klasterisasi petani ikan lele di Pekanbaru” Ujar Arief di sela temu wartawan.

Sekadar tambahan informasi, perluasan jaringan kantor layanan di wilayah Sumatera saat ini tersebar di kota Aceh, Medan, Pematang Siantar, Sidikalang, Rantau Prapat, Padang Sidempuan, Padang, Pulau Punjung, Bangko, Duri, Pekanbaru, Lahat, Palembang, Jambi, Bandar Lampung dan Bandar Jaya. . Pencapaian nasional ULaMM PNM saat ini telah menyalurkan Rp 3,907 triliun dengan jumlah nasabah binaan sebanyak246.905 mitra.


Kategori Siaran Pers