Himbauan Pemerintah Sinergi Insan Media untuk Pengembangan UMK di Indonesia

Jakarta, 6 Juli 2015PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal sebagai PNM, mensyukuri atas pencapaian perusahaan tengah tahun dengan mengadakan acara buka bersama media dan dibungkus dengan acara diskusi panel.

Kegiatan diskusi panel serta Silahturahim bersama rekan media kali ini mengambil Tema “Peran Mendia dalam mendukung UMK menghadapi MEA”. Tema ini diambil karena PNM menyadari bahwa UMK tidak hanya membutuhkan dukungan permodalan untuk mengembangkan usahanya, namun juga membutuhkan akses informasi, promosi, publikasi dari rekan-rekan media.

Turut serta hadir dan membuka acara tersebut Dr. Suprawoto, SH, MSi Sekretaris Jendral Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia. “Sebagaimana kita tahu bersama, bahwa dalam dunia usaha yang sangat berperan selain kualitas produk yang bermutu dan harga yang terjangkau adalah peran dari publikasi atau promosi dan iklan dari produk tersebut. Sebaik apapun kwalitas dari sebuah produk, tanpa dibarengi dengan promosi yang bagus, maka hasilnya juga tidak akan berhasil dengan baik, Begitu juga dengan produk-produk yang dimiliki oleh pelaku UMK di Indonesia.”

“UMK di Indonesia lebih unggul dari Negara tetangga lainnya, oleh sebab itu media harus dapat bersinergi dengan lembaga seperti PNM untuk menumbuhkembangkan potensi UMK kita” lanjut Suprawoto.

Parman Nataatmadja, Direktur Utama PT PNM (Persero) mengatakan “Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMK) perlu didorong oleh media baik cetak, online ataupun elektronik supaya untuk dapat terus meningkatkan jaringan usahanya. Hal ini dimaksudkan agar pelaku UMKM menjadi wirausahawan yang unggul dan berdaya saing.”

“Harapan kami, kiranya acara hari ini dapat menjadi langkah perdana terciptanya sinergisitas PNM bersama rekan-rekan media dalam mendukung pengembangan UMK di Indonesia”

PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan oleh pemerintah dengan misi pemberdayaan usaha mikro kecil di seluruh Indonesia. Pemberdayaan yang dilakukan bukan hanya pada sisi permodalan dalam bentuk pinjaman modal usaha, tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pelaku UMK.

“Sebagaimana kita ketahui dalam dunia usaha yang sangat berperan selain kualitas produk yang bermutu dan harga yang terjangkau adalah peran dari publikasi atau promosi serta iklan dari produk tersebut. Disinilah media mengambil peran vital dalam membantu promosi tersebut,” terangnya Parman disela-sela diskusi panel.

Hingga Juni 2015 PNM berhasil mencatatkan total outstanding pembiayaan sebesar Rp 3,801 triliun dengan total nasabah penerima manfaat sebanyak 80.552 nasabah binaan. Total outstanding ini meningkat sebesar 11,76% dari periode yang sama tahun 2014. Sementara untuk pencarian bulan Juni 2015 sebesar Rp 1,271 triliun secara nasional.

PNM secara nasional berhasil mencatatkan total penyaluran sejak tahun 2009 hingga saat ini sebesar Rp 14,335 triliun dengan total nasabah sebanyak 242.629 nasabah binaan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Hingga Juni 2015 PNM telah memiliki 721 kantor layanan yang terdiri dari 591 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), 97 klaster, 4 cabang pembantu, dan 29 kantor cabang, yang tersebar di 27 provinsi, di 295 kabupaten dan 2.865 kecamatan.


Kategori Berita