KEMENLU BUKA AKSES PASAR BAGI NASABAH PNM

Bali - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dewasa ini memiliki peranan penting bagi sebuah negara berkembang dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. adanya sektor UMKM, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang. Selain itu, UMKM di Indonesia telah terbukti menjadi pilar perekonomian yang tangguh, hal ini dibuktikan saat terjadi krisis ekonomi tahun 1998 silam, hanya sektor UMKM yang mampu bertahan ditengah runtuhnya perekonomian negara. 

Menyadari pentingnya perhatian terhadap sektor usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam menciptakan kesehjateraan bagi rakyat Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama PT Permodalan Nasional Madani (persero) terus berkomitmen dalam meluaskan pasar pelaku Usaha Mikro Kecil di Indonesia agar eksis di pasar dalam negeri, sehingga menjadi kuat untuk melakukan ekspor atau ekspansi mancanegara.

Rabu (2/3) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama PNM kali ini melaksanakan kunjungan kedua dengan meninjau langsung aktifitas usaha dan pemberdayaan nasabah binaan PNM di Denpasar, Bali. Kunjungan dan tinjauan  ini merupakan tindaklanjut atas kerjasama antara PNM dengan Direktorat Amerika Selatan dan Karibia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam bidang perdagangan 2016 untuk kawasan Amerika Selatan dan Karibia.



TBH Witjaksono Adji, Direktur Amerika Selatan dan Karibia Kementerian Luar Negeri RI mengatakan  bahwa potensi pasar dagang di wilayah Amerika Selatan dan Karibia (Amselkar) hingga saat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku UMK Indonesia.

GDP wilayah Amerika Selatan dan Karibia sebesar US$ 4,76 triliun dan GDP per kapita US$ 9.000, Pasar Amerika Selatan dan Karibia merupakan pasar yang cukup potensial bagi produk-produk ekspor dari Indonesia untuk masuk pasar Amerika Selatan dan Karibia.

“Kami melihat, pelaku UMK binaan PNM khususnya di wilayah Provinsi Bali memiliki kapabilitas dan kualitas yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pasar di kawasan tersebut.” Ujar Witjak disaat wawancara dengan rekan-rekan wartawan.
  


Executive Vice President PT PNM (Persero) Arief Mulyadi menyambut positif sinergi yang dijalin antara PNM dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Menurutnya dengan kerjasama yang terjalin antara kedua belah pihak, kesempatan dalam mempromosikan produk nasabah PNM ke luar negeri semakin terbuka lebar.

"Kami berharap dengan terjalinnya kerjasama antara PNM dan Direktorat Amerika Selatan dan Karibia Kemenlu RI ke depannya mampu memberikan kesempatan emas bagi pengusaha UKM untuk berperan langsung dalam mendorong perekonomian Indonesia melalui ekspor, dan untuk kali pertama kami mencoba untuk menggali potensi pelaku UMK di Bali kiranya mampu memenuhi permintaan pasar di kawasan Amerika Selatan dan Karibia.”
  

Pencapaian PNM Bali secara menyeluruh hingga penutupan 2015 telah membukukan penyaluran pembiayaan kepada sektor pelaku UMK sebesar Rp 631 Milyar dengan penerima manfaat sebanyak 8.600 pelaku usaha mikro. PNM di wilayah Bali dikoordinir oleh cabang Denpasar yang membawahi 18 kantor unit layanan dan cabang Singaraja yang pada perdananya di Agustus 2015 membuka 4 kantor layanan yang melayani singaraja, gianyar, karangasem, jembrane, dan Tabanan.

 

 


Kategori Berita