PNM Pertemukan 200 Pelaku UMKM Tiga Kabupaten di Bondowoso

KBRN, Bondowoso: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Jember mempertemukan sekitar 200 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  dari tiga kabupaten, Jember, Lumajang dan Bondowoso untuk Pengembangan Kapasitas Usaha para pelaku UMKM yang merupakan binaan PNM dengan tema sinergi antar UMKM bersama PT PNM Persero dalam rangka memperkuat produk lokal di era pasar bebas.

“PNM ini mempunyai misi untuk pengembangan UMKM. Selain membantu permodalan kepada para pelaku UMKM kita juga melakukan pendampingan seperti acara  sekarang ini,” kata Ketua PNM Cabang Jember, Bambang Triyono di sela-sela acara Pengembangan Kapasitas Usaha di Home Industri Batik Sumbersari, Kecamatan Maesan, Bondowoso, Minggu (17/4/2016)

Ia mengemukakan, sejak 2012 hingga saat ini PNM menggelontorkan setidaknya 300 Milliar kepada sekitar 3 ribu pelaku UMKM di tiga Kabupaten tersebut yang merupakan UMKM binaan PNM. Sementara untuk pendampingan, PNM bersifat on call, atau bersedia memberikan pendampingan saat dibutuhkan oleh komunitas UMKM.

“Sejak 2012 hingga sekarang ada sekitar 300 Milliar yang sudah kita gelontorkan kepada para pelaku UMKM, sementara untuk pendampingan kita bersifat oncall, komunitas UMKM sejenis bersurat ke kita dan kita akan hadir dengan memberikan bimbingan sesuai yang diminta komunitas UMKM,” paparnya.

Terpilihnya Bondowoso sebagai tuan rumah, menurut Bambang tidak ada alasan khusus, melainkan secara bergiliran.

“Kita melaksanakan acara seperti ini setahun dua kali, dan kali ini giliran Bondowoso,” katanya.

Acara yang berlangsung sehari ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, Bupati Jember, dr. Faida, dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Asman Natawijana. Sebelum memasuki ruang acara, ketiga pejabat negara ini disuguhi penampilan dari para model yang menggunakan  busana batik produk Sumbersari. (DA/AKS)

Selengkapnya : http://www.rri.co.id/post/berita/267142/daerah/pt_pnm_pertemukan_200_pelaku_umkm_tiga_kabupaten_di_bondowoso.html


Kategori Berita