PNM Untuk Indonesia dalam Rangka HUT ke-16

Jakarta, 02 Juni 2015PNM berhasil mencatatkan total outstanding Januari - April 2015 sebesar Rp 3,314 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 240.000 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Dalam periode Januari – April 2015 secara nasional, PNM telah berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 841,9 miliar bagi pembiayaan dan pemberdayaan UMK dengan total nasabah sebanyak 13.053 pelaku UMK.

“Hingga akhir tahun ini PNM menargetkan pembiayaan naik menjadi Rp 3.5 triliun. Pembiayaan tersebut mengalir ke para pelaku UMK aktif yang berasal dari sektor perdagangan, perikanan, perkebunan, hingga jasa. Sejak layanan pembiayaan langsung melalui ULaMM digulirkan oleh PNM, telah lebih hampir 240,000 pelaku UMK mendapatkan dukungan pembiayaan dan capacity building,” jelas Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Parman Nataatmadja pada acara perayaan ulang tahun PNM. Tahun lalu PNM menyalurkan pembiayaan secara langsung kepada UMK melalui jaringan ULaMM hampir Rp 3 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi 7,14% ketimbang target PNM yakni Rp 2,8 triliun.

Dalam rangka merayakan hari ulang tahun PT Permodalan Nasional Madani (Persero) ke-16 yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2015, pada hari ini dilaksanakan perayaan HUT perseroan bersama dengan keluarga besar karyawan PNM di Ecovention, Ancol. Rangkaian acara puncak hari ini diisi dengan penampilan tari tradisional yang dipersembahkan oleh karyawan cabang PNM, pameran produk nasabah mitra ULaMM, motivasi oleh tokoh nasional, hingga penghargaan cabang dan karyawan terbaik.

Melalui program pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), PNM menjadi capacity builder bagi pengusaha mikro dan kecil. Serangkaian pelatihan dengan tema yang berbeda disesuaikan dengan kondisi pasar dan masyarakat setempat, semakin mengukuhkan eksistensi PNM sebagai lembaga yang menjaga dan memberdayakan ekonomi masyarakat bawah. Sejak tahun 2011 PNM telah melakukan pelatihan kepada lebih dari 34.000 UMK di seluruh Indonesia dengan total pelatihan sebanyak 853 pelatihan. Selama 2014, PNM telah melaksanakan 337 kali pelatihan yang diikuti oleh 15.381 pelaku UMKM. Untuk tahun ini perusahaan menargetkan 10.000 – 15.000 peserta pelatihan UMK.

Menilik dari sejarahnya, pendirian PNM sendiri tak lepas dari krisis ekonomi yang menimpa Indonesia pada tahun 1998. Perjalanan sejarah perkembangan ekonomi di Indonesia telah membangkitkan kesadaran akan kekuatan sektor usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi dan prospek potensinya di masa depan. Nilai srategis tersebut kemudian diwujudkan pemerintah dengan mendirikan PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) pada 1 Juni 1999, sebagai BUMN yang mengemban tugas khusus memberdayakan usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK).

Tugas pemberdayaan tersebut dilakukan melalui penyelengaraan jasa pembiayaan dan jasa manajemen, sebagai bagian dari penerapan strategi pemerintah untuk memajukan UMKMK, khususnya merupakan kontribusi terhadap sektor riil, guna menunjang pertumbuhan pengusaha-pengusaha baru yang mempunyai prospek usaha dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Melalui komitmen penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1 triliun dari pemerintah dan parlemen, PNM akan tetap pada tugas utamanya yaitu pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil yang diselaraskan dengan perkembangan dan pemanfaatan IT. Tambahan modal tersebut akan digunakan dan di-leverage oleh perusahaan untuk memperluas jaringan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dengan menambah jaringan menjadi sebanyak 1.200 Unit ULaMM dan melayani serta mendukung UMK di hampir 4.500 Kecamatan di seluruh Provinsi. Target peningkatan nasbah pun mencapai hingga 1.005.000 nasabah penerima manfaat yang akan menyerap 1.8 juta tenaga kerja di sektor UMK.

“Demi memenuhi target itu, PNM tahun ini memekarkan jaringan cabang dari 26 menjadi 62 kantor. Parman menuturkan, pemekaran jumlah kantor cabang dilakukan karena tingginya permintaan kredit. Dengan status baru, nilai pinjaman yang dikucurkan kepada nasabah bisa lebih tinggi,” terangnya.

Disela-sela perhelatan acara, diluncurkan pula buku Rahasia Sukses Pengusaha Tahan Banting sebagai aktualisasi perusahaan kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat mikro, untuk memaksimalkan kinerja perusahaan dalam memberdayakan UMK menuju masyarakat yang madani. “Kami akan terus menggelorakan semangat masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menumbuhkan ekonomi kerakyatan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tuturnya.

Hingga saat ini layanan PNM telah melayani 27 provinsi, di 295 kabupaten dan 2.865 kecamatan. Hingga akhir tahun 2014, PNM telah memiliki 716 Kantor Layanan termasuk 578 Kantor Unit Layanan Modal Mikro yang lebih dikenal sebagai ULaMM PNM.

Sinergi antar lembaga nasional maupun internasional telah dilaksanakan dan menjadi Small Business Corporation (SBC) sebuah Lembaga Pemerintah Korea Selatan, dan juga dengan Japan External Trade Organization (JETRO) sebuah Lembaga Pemerintah Jepang yang MoU nya ditandatangani oleh PNM dan JETRO pada Desember 2013 dihadapan beberapa Kepala Daerah (Gubernur dan Walikota) Jepang, serta Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda. Bahkan sejak minggu lalu rombongan dari JETRO – Jepang telah hadir bersama PNM di wilayah Solo dan Klaten meninjau aktifitas pemberdayaan PNM dan aktifitas usaha pelaku UMK nasabah ULaMM PNM di wilayah ini.

 

***

Tentang PNM

 

PT.Permodalan Nasional Madani (Persero), sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance siap melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan.

 

 

Visit our fanpage: PT PNM (Persero) - ULaMM 

Follow our Twitter: @ULaMMPNM


Kategori Siaran Pers