Sinergi PNM Bersama Kementerian Luar Negeri RI Siap Bawa Produk UMK Go Internasional

PT Permodalan Nasional Madani (persero) terus berkomitmen untuk meningkatkan sekaligus memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil di seluruh Indonesia. Dalam pemberdayaan UMK tentunya tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah melainkan harus ada sinergi yang kuat dan kerja sama lintas sektor antara instansi negara.

Rabu (10/2) rombongan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama  
Dra. Diennaryati Tjokrosuprihartono M.Psi, LBBP RI untuk Republik Ekuador, meninjau langsung aktifitas usaha dan pemberdayaan nasabah binaan PNM di Bandung, Jawa Barat. Kunjungan dan peninjauan  ini merupakan tindak lanjut atas kerjasama antara PNM dengan Direktorat Amerika Selatan dan Karibia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam bidang pariwisata dan perdagangan 2016 untuk kawasan Amerika Selatan dan Karibia.

Trisari Dyah Paramita Deputy Director for Economy , Development  and Finance Kementerian Luar Negeri RI mengatakan  bahwa potensi pasar dagang di wilayah Amerika Selatan dan Karibia (Amselkar) hingga saat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku UMK Indonesia.


"Dengan GDP sebesar US$ 4,76 triliun dan GDP per kapita US$ 9000, Pasar Amerika Selatan dan Karibia merupakan pasar yang cukup potensial bagi produk-produk ekspor dari Indonesia untuk masuk pasar Amerika Selatan dan Karibia. Kami melihat, nasabah- nasabah binaan PNM khususnya di wilayah Bandung Jawa Barat memiliki kapabilitas dan kualitas yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pasar di kawasan tersebut.” Ujarnya.
 
Arief Mulyadi Executive Vice President PT Permodalan Nasional Madani (persero), menyambut positif sinergi yang dijalin antara PNM dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Menurutnya dengan kerjasama yang terjalin antara kedua belah pihak, kesempatan dalam mempromosikan produk nasabah PNM ke luar negeri semakin terbuka lebar.
 
"Kami berharap dengan terjalinnya kerjasama antara PNM dan Kemenlu ke depannya mampu memberikan kesempatan emas bagi pengusaha UKM untuk berperan langsung dalam mendorong perekonomian Indonesia melalui ekspor, dan untuk kali pertama kami mencoba untuk menggali potensi pelaku UMK Jawa Barat kiranya mampu memenuhi permintaan pasar di kawasan Amerika Selatan dan Karibia.”
 
Arief menyampaikan pula bahwa ekspansi perluasan jaringan layanan PNM di wilayah Jawa Barat pada 2015 saat ini sudah memiliki 8 cabang di Bandung, Bogor, Garut, Indramayu, Cirebon, Subang, Sukabumi, dan Tasikmalaya yang semula hanya memiliki  3 cabang Bandung, Tasikmalaya, Cirebon. "Itulah saah satu bukti komitmen kita untuk menigkatkan pelayanan bagi pelaku UMK di Jawa Barat" tambah Arief.

Pencapaian PNM khusus di wilayah Jawa Barat sejak 2008 hingga 2015 telah membukukan penyaluran pembiayaan kepada sektor pelaku UMK sebesar 2,8 Triliun dengan penerima manfaat sebanyak 50.893 pelaku UMK. 

Sekedar informasi tambahan, sejak dipercaya pemerintah untuk mengelola dana PenyertaanModal Negara (PMN) pada Desember 2015 lalu PNM menargetkan di tahun 2017 akan mendirikan total 1200 kantor layanan. Hal tersebut semakin membuktikan komitmen PNM untuk terus mengembangkan sekaligus memberdayakan pelaku UMK se-Indonesia.


Kategori Berita