Perum PPD Buka Rute BSD menuju Bandara Soetta

Perum Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD) melakukan uji coba rute baru Intermark BSD-Soekarno Hatta. PPD melalui Jakarta Airport Connexion menerapkan tarif sebesar Rp25 ribu selama masa promosi.

Dirut PPD Pande Putu Yasa mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian untuk rute baru tersebut dan tak melihat adanya angkutan massal dari BSD menuju Bandara Soetta.

"Pada percobaan ini kami siapkan 5 unit bus, dengan interval satu jam sekali bus berangkat. Sebenarnya berapapun kebutuhan masyarakat kami siap, tapi ini kami lihat dulu animonya," ujar Pande.

JA Connexion menargetkan waktu tempuh yang akan dilalui penumpang dari BSD menuju Bandara Soetta maksimal selama 1 jam perjalanan.

"Maksimal 80 menit, tapi hitungan kami satu jam sudah bisa sampai ke Bandara," jelasnya.

Menurutnya, animo masyarakat kota Tangerang Selatan menuju Bandara cukup tinggi, sementara moda layanan transportasi umum menuju Bandara dari Tangerang Selatan masih belum ada.

"Karena angkutan umum ini terbatas sementata mobilitas masyarakat Tangsel ini tinggi," katanya.

Sementara, Wali kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany berharap dengan adanya rute baru menuju Bandara itu, bisa memberikan kemudahan bagi warganya menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Mudah-mudahan kehadiran JA Connexion bisa memudahkan masyarakat dan bisa menjadi solusi masyarakat untuk mendapatkan sarana prasarana publik menuju Bandara," jelas Airin.

Menurutnya, kemacetan yang terjadi di Tangerang Selatan semakin bertambah, meski upaya penambahan jalan terus dialakuka.

"Sekali lagi kemacetan akan terus bertambah di Tangsel karena penduduk terus bertambah, maka harus disiapkan dengan transportasi masal meski kami selalu menambah jalan," katanya.

Kepala BPTJ Bambang Prihantono menekankan, pentingnya melakukan upaya jemput bola, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang ideal.

Pihaknya, saat ini tak hanya menerapkan kebijakan yang mendorong masyarakat luas beralih ke transportasi masal.

"Tapi kami ingin PPD menyiapkan armadanya, agar masyarakat mau beralih, karena tranportasinya sudah tersedia dengan baik. Kami tidak cukup membicarakan kebijakan ganjil genap, ada komplain pengusaha mall mengalami penurunan pengunjung karena kebijakan itu, dan kami lakukan dengan transportasi antar Mall," ujar Bambang.

Menurutnya, transportasi yang ada saat ini sudah gawat darurat, maka dengan kebijakan yang ada (ganjil genap) perubahan pola masyarakat telah bergeser.

"Transjakarta mengakui ada peningkatan penumpang 40 persen, PPD 20 persen, CO 2 kita juga turun 28 persen. Target-target capaian ini kita apresiasi luar biasa. Maka perlu kita bersama sama mendukung kebijakan ini," pungkasnya.


Kategori Berita