Press Release MOU pengembangan lahan Ciputat milik Perum PPD untuk pembanguna

Peningkatan pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan dengan tingkat mobilitas tinggi. Kondisi lalu lintas transportasi ibukota saat ini, dapat dikatakan sebagai darurat transportasi. Pemerintah pusat pun menggencarkan gerakan untuk menanggulangi kondisi tersebut, sehingga memaksa perusahaan-perusahaan di bidang transportasi massal untuk melakukan inovasi-inovasi dalam mendukung program pemerintah tersebut. Tak terkecuali perusahaan konstruksi sebagai roda penggerak pemerintah dalam membangun infrastruktur.

Pemaksimalan penggunaan transportasi massal oleh masyarakat harus didorong dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan stasiun. Pembangunan dari transportasi massal tersebut secara tidak langsung memengaruhi perkembangan pangsa pasar properti yang berbasis Transit Oriented Development (TOD). Di sinilah perusahaan konstruksi berperan sangat penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang terjangkau dengan lokasi kawasan transportasi massal.

Pada 27 September 2017, Perum PPD dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Lahan milik Perum PPD yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan. Penandatanganan dilakukan di Smesco Convention Center bersamaan dengan Acara Pembukaan Pameran Transportasi & Infrastruktur 2017. Pengembangan lahan ini dimaksudkan untuk pengerjaan pembangunan Apartemen, Area Komersil dan Fasilitas Penunjang lainnya yang berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sekitar kawasan stasiun transportasi massal. Penandatanganan ini juga sebagai salah satu aksi nyata sinergi perusahaan BUMN untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana hunian yang terintegrasi dengan layanan transportasi umum.

Rencana pengembangan lahan Ciputat tersebut akan digunakan sebagai Pool Bus PPD.  Pengembangan lahan ini digunakan untuk pembangunan apartemen, area komersial dan fasilitas berbasis TOD bernama CSBT (Ciputat Shuttle Bus Terminal) yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Lebak Bulus. Luasan lahan mencapai ± 1,5 Ha dan ± 5,2 Ha.

Tatan Rustandi selaku Direktur Perusahaan Perum PPD menjelaskan, “Dengan adanya Nota Kesepahaman proyek pembangunan lahan CSBT berbasis TOD di Ciputat ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pilihan hunian bagi masyarakat dengan mobilitas yang tinggi. Selain saat ini selaku operator transportasi besar di Jakarta, kami mempunyai harapan agar proyek ini bisa menggerakan masyarakat untuk menjadikan transportasi umum sebagai bagian dari gaya hidup, tentunya tetap ditunjang dengan pelayanan yang memadai.”

Proyek kerjasama ini merupakan yang kedua kalinya antara kedua perusahaan milik Negara tersebut. Proyek pengembangan pertama berlokasi di Ciracas dan terintegrasi langsung dengan layanan LRT yang dikembangkan oleh ADHI dan saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Dalam kesempatan yang sama Tatan menambahkan bahwa Perum PPD membuka pintu kerja sama tidak hanya terhadap sesama BUMN, “Kerja sama kami buka kepada seluruh bidang usaha dari semua sektor, asalkan memiliki kesamaan prinsip kerja sama, yaitu Transparan dan dilakukan demi kemajuan masing-masing perusahaan serta membantu memutar roda perekonomian Indonesia”

Perum PPD saat ini semakin melebarkan sayapnya dalam berupaya kembali menjadi “raja jalanan” dengan cara melayani bus bandara (JA Connexion), TransJabodetabek Premium serta Pariwisata. Dalam usahanya bersaing di bidang pariwisata yang sudah lebih dahulu dirasakan beberapa PO swasta, Perum PPD tetap yakin bahwa mereka memiliki pasarnya tersendiri dikarenakan Perum PPD memiliki bus VVIP yang salah satu fiturnya adalah kaca anti peluru.

“Bus tersebut kami yakini memiliki kelasnya tersendiri, dikarenakan selain dari sisi kenyamanan yang sudah jelas kami utamakan, terdapat fitur kaca anti peluru yang kami tambahkan untuk sisi keamanan. Sudah pasti para penumpang mendapatkan pengalaman baru dengan bus VVIP kami” tambah Fanny Priana selaku Direktur Aset dan Logistik yang mengelola unit usaha Tour and Travel Perum PPD.

Budi Harto, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengatakan, “PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel menawarkan salah satu solusi atas permasalahan perkotaan di Jakarta dan sekitarnya dengan menghadirkan LRT City. LRT City mengusung konsep Transit Oriented Development dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata campuran (mixed-use)”

Budi Saddewa Soediro, Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk menerangkan, “Dalam upaya memberikan kemudahan bagi penghuni kawasan LRT City, kami menjalin kerjasama dengan Perum PPD untuk pengadaan shuttle bus sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan LRT City memiliki pilihan moda transportasi untuk menghubungkan kawasan LRT City dengan simpul-simpul bisnis lainnya”

Amrozi Hamidi, General Manager Departemen TOD & Hotel menambahkan, “Kawasan Ciputat dengan total nilai investasi mencapai kurang lebih dari Rp 1.1 triliun, akan dikembangkan apartemen murah yang memiliki 6 tower dengan 18 lantai. Apartemen ini terdapat beberapa pilihan tipe, antara lain tipe Studio, 1 BR dan 2 BR, dengan total 3.132 unit. Sesuai dengan perencanaan pembangunan, groundbreaking dilakukan pada awal tahun 2018, untuk tahap 1 akan selesai dan bisa diserahterimakan pada akhir tahun 2019. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada penghuni, seperti halte bus PPD yang terintegrasi, Auto Mall, Commercial Area, Park & Ride, Cinema dan fasilitas pendukung lainnya.

Selain di Ciputat, PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga memiliki beberapa kawasan lain dengan kelebihan berlokasi di titik nol kilometer stasiun LRT dan akan dikembangkan menjadi kawasan hunian dan komersial. Kawasan tersebut adalah LRT City Sentul – Royal Sentul Park, LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Jaticempaka – Gateway Park dan LRT City Ciracas – Urban Signature.


Kategori Berita