Artikel


NO EXCUSES

OLEH SAYID ABDURRAHMAN

KABAG RENBANG PTPN I

Judul tulisan ini adalah judul buku karya Kyle Maynard yang merupakan salah satu judul buku yang di bagikan pada akhir ceramah Direktur SDM dan Umum di PTPN I (Persero) Bapak H. Ramadhan Ismail, SH. MBA tentang Peningkatan Motivasi pada rapat pleno Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN I di Medan tanggal 14 s.d 15 Desember 2012 yang lalu.

Judul lengkap buku tersebut dalam versi bahasa Indonesia adalah “Tidak Ada Pantangan Untuk Hidup Sukses dan Bahagia”. Banyak peserta yang tersentak dan tidak mampu menahan haru ketika di sesi akhir ceramah tersebut, Direktur SDM dan Umum menampilkan cuplikan video tentang kisah nyata kehidupan seorang Nick Vujicic yang memiliki cacat  bawaan tidak memiliki lengan dan paha (tungkai) namun berhasil menjadi seorang motivator ternama dan hidup kaya raya di Amerika. Kisah yang di tampilkan tersebut begitu dramatis dan mampu tersentak banyak orang.

Apabila ketika mendengarkan pengakuan Nick, “Aku terlahir tanpa lengan dan tungkai, tetapi aku tidak terbatas dengan keterbatasan itu”. Aku memiliki masa remaja yang begitu sulit, masa ketika semua orang kebingungan mencari jati diri, aku putus asa dengan kondisi ini karena aku merasa tidak pernah normal. “ Awalnya aku merasa hidup ini tidak adil, tapi aku ini ciptaan Tuhan, pasti Tuhan punya rencana yang sempurna dengan menciptakan aku seperti ini”.

Nick butuh waktu untuk bisa memahami tentang kondisi dirinya sehingga akhirnya memiliki keyakinan yang sangat kuat, bahwa apabila kita memiliki keinginan serta hasrat  untuk melakuka sesuatu, dan hal itu sesuai dengan kehendak Tuhan, kita pasti akan berhasil.

Dengan keyakinan itulah akhirnya Nick menjadi lebih kuat, lebih tegar dan lebih berdaya serta mampu menjalani aktivitas kehidupan normal seperti bermain bola, berenang, memancing dan sebagainya. Nick juga telah menghasilkan berbagai karya besar bukan hanya membantu kehidupan dirinya sendiri, tetapi juga telah membantu kehidupan banyak orang melebihi dari apa yang kita bayangkan.

Kisah Nick Vujicic ini tentunya merupakan salah satu dari berbagai kisah orang yang terlahir ke dunia ini dengan berbagai keterbatasan namun mampu menghasilkan karya-karya besar yang dapat mempengaruhi kehidupan dunia. Mungkin banyak orang juga akan sulit percaya dengan kisah sukses Kyle Maynard yang juga terlahir dengan kedua tangan dan kaki yang sangat pendek, namun berhasil menjadi pegulat teratas di Amerika Serikat serta pernah memenangkan 35 pertandingan dalam 1 tahun.

Hal ini tentu ironis, karena kenyataannya banyak orang yang terlahir dengan kondisi fisik yang utuh serta memiliki berbagai kelebihan lainnya namun gagal mencapai kehidupan yang sukses.

Mungkin ada jutaan manusia yang berfikir, merasa, dan yakin bahwa di dalam dirinya tidak ada keunggulan, bakat, atau kelebihan apapun yang bisa di andalakan. Isi pikiran, perasaan, dan keyakinan semacam itu di sadari atau tidak lama kelamaan membentuk sebuah kesimpulan tentang citra-diri serta definisi yang kita ciptakan sendiri tentang diri kita.

Sehingga akhirnya kita tidak menemukan keunggulan apapun, bukan karena tidak kita miliki tetapi karena kita sudak berkesimpulan sudah tidak ada.

Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai makhluk dengan keseimbangan yang sempurna termasuk keseimbangan antar kelemahan dan kelebihan. Kisah-kisah di atas sebagai bukti kesempurnaan ciptaan Allah tersebut.

Seorang pakar dari Harvard University Howard Gardner dalam sebuah kajiannya secara dianamis mengungkapkan bahwa manusia itu disamping memiliki banyak kelemahan secara bersamaan juga memiliki banyak potensi dan kecerdasan yang di istilahkan dengan “multiple intelligence”.

Jika setiap orang punya potensi, dan jika setiap orang ingin berprestasi dengan potensi yang dimiliki, lalu kenapa dalam kenyataannya hanya sedikit orang yang mampu mewujudkan keberhasilan dalam kehidupannya. Jawabnya : Karena banyak orang yang gagal mendefinisikan serta member kesimpulan tentang dirinya secara tepat.

Definisi dan kesimpulan yang kita ciptakan tentanag diri kita akan mempengaruhi terhadap apa yang akan kita lakukan pada diri kita. Kalau kita terlanjur mendefinisikan diri kita negatif, maka apa yang kita lakukan juga akan negatif, begitu pula sebaliknya.

AN Ubaedy dalam bukunya “Menyingkirkan Belenggu Diri” mengatakan you can do more (anda mampu melakukan lebih baik dari apa yang telah anda lakukan saat ini), you be more (anda mampu menjadi yang lebih baik dari apa yang yang telah anda capai saat ini), dan you can have more ( anda mampu memiliki yang lebih baik dari apa yang telah anda miliki saat ini).

Namun mengapa banyak orang gagal mencapai sesuatu yang lebih baik, menurut AN Ubaedy Karena ia tidak mampu mengembangkan potensi yang di miliki serta serta adanya belenggu dalam dirinya yang tidak mampu dia singkirkan atau justru berusaha di pertahankan sebagai dalih pembenaran terhadap kegagalan yang ia peroleh.

Ada banyak sekali belenggu dalam diri seseorang diantaranya; status sosial dan latar belakang pendidikan yang rendah, tidak memiliki penampilan fisik yang baik, kurang percaya diri, merasa cepat puas, merasa kurang di senangi atasan, kurang mendapat dukungna teman sekerja, tidak memiliki koneksi yang kuat, tidak memiliki cukup waktu, takut gagal dan banyak lagi belenggu lainnya yang apabila tidak mampu disingkirkan, maka hal tersebut menjadi rintangan bagi seseorang untuk bisa hidup sukses.

Sama seperti halnya kisah di atas, apabila Nick Vujicic dan Kyle Maynard menjadikan keterbatasan fisik sebagai belenggu dalam kehidupannya, maka selamanya mereka akan hidup sebagai orang yang lemah, tidak berdaya dan selalu memiliki ketergantungan kepada orang lain.

Untuk mencapai sukses tentu saja tidak mudah, di samping harus mampu menyingkirkan belenggu diri, juga setiap orang harus mampu mengupgrade potensi diri yang sudah dimiliki untuk kemudian dikembangkan menuju kesuksesan. Hal ini di butuhkan visi, motivasi, dan komitmen yang kuat.

Raihlah fantasi dan impian anda. Berfantasi dan bermimipi adalah proses wajar asalkan dengan pertimbanagan dan pemikiran untuk mewujudkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kita tidak boleh terbelunggu dengan keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki karena secara bersamaan kita juga memiliki kelebihan yang dapat kita kembangkan menjadi suatu kesuksesan. Mantan pelatih basket UCLA John Wooden pernah mengingatkan siswanya “jangan biarkan apa yang tidak dapat anda lakukan menghambat apa yang bisa anda lakukan” yang di butuhkan adalah kreativitas kita sendiri.

Kreativitas tidak dating tiba-tiba, selain karena ada beberapa faktor yang mendukung seperti kemampuan, proses dan sikap, namun juga membutuhkan suatu tahapan. Namun sebelum memulai menemukan bagaimana tahapan proses kreativitas itu berlangsung.

Sebenarnya seorang yang kreatif memiliki beberapa karakteristik, orang-orang ini sering di definisikan sebagai orang-orang yang tidak mau diam dan hanya berpangku tangan. Bahkan cenderung enggan melakukan hal-hal yang biasa saja, akan memperoleh hasil yang biasa-biasa saja.

Mari kita membangun citra dan definisi diri yang positif, karena sesungguhnya setiap orang terlahir untuk sukses dan bukan untuk gagal. Kita sendirilah yang membangun jalan menuju kesuksesan tersebut.

Oleh karena itu sebagaimana pesan yang ditekankan dalam akhir ceramah Direktur SDM dan Umum pada rapat pleno SPBUN yang lalu: “Jangan Pernah Mengeluh dan Berhentilah Menyalahkan Orang Lain, Karena Kesuksesan Itu Ada Ditangan Anda Sendiri”, selamat berkarya, Insya Allah sukses!


Kategori Artikel