DIREKSI PTPN I MENANAM POHON BAKAU

Langsa, 11-2-2019   Setiap tanggal 2 Februari diperingati sebagai hari Lahan Basah Sedunia, sebagai tindak lanjut telah disepakati dan ditandatanganinya suatu Konvensi Internasional (Perjanjian Internasional) tentang lahan basah, tepatnya tanggal 2 Februari 1971 di kota Ramsar, Iran. Konvensi tersebut kemudian kita kenal sebagai: Konvensi Ramsar.

Lahan basah dimaksud ”Daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan: alami atau buatan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir, tawar, payau atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut”. Indonesia masuk menjadi anggota Konvensi Ramsar pada tahun 1991 dengan diterbitkannya Keppres 48 th 1991 yang merupakan Ratifikasi Konvensi Ramsar di Indonesia. 

Pada tahun 1996, sebagai salah satu hasil pertemuan para anggota Konvensi Ramsar, ditetapkan bahwa tanggal 2 Februari adalah Hari Lahan Basah Sedunia. Pada tahun 1997, Hari Lahan Basah Sedunia untuk pertama kalinya diperingati di seluruh dunia oleh negara-negara anggota Konvensi Ramsar.

Dalam rangka memperingati hari basah sedunia Direktur Operasional PTPN I  (bapak Desmanto) yang didampingi oleh Kasubbag. Corporate Legal dan Kepatuhan (bapak Yuheri Salman) dan  Kasubbag GCG dan Transformasi Bisnis (bapak Supriono) Bagian Sekretariat Perusahaan PT Perkebunan Nusantara I turut serta dalam menanam pohon bakau di pelabuhan  Kuala Langsa, pemko Langsa.  Penanaman pohon bakau bersama Direktur Jendral Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan dalam rangka memperingati hari lahan basah sedunia.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (bapak Dr.Ir. Ida Bagus Putera Pratama, M.Sc) Jakarta dan Direktur Jendral KLHK Daerah Nanggro Aceh Darussalam.

Bapak Desmanto bersama-sama dengan Wali Kota  Langsa (bapak Usman Abdullah),  Dandim 1014 Aceh Timur (Letkol. Inf. Muhammad Iqbal Lubis) dan Kepala BNN Kota Langsa (AKBP Navri Yuleny SH.MH) dan para Kepala Instansi Pemerintahan  di Kota Langsa bersama-sama  menanam pohon bakau dipelabuhan Kuala Langsa.

Penanaman pohon bakau  di pesisir pantai bertujuan untuk  mencegah terjadinya gelombang tsunami, mencegah erosi dan abrasi pantai, menahan pengikisan akibat terjangan air laut dan  sebagai tempat hidup satwa.

Lahan basah yang kondisinya masih baik  haruslah dijaga dan dipertahankan, sementara lahan basah yang telah terdegradasi dan rusak harus segera dipulihkan dan dikembalikan fungsi serta manfaatnya, agar ekosistem kembali menjadi kuat. Ekosistem lahan basah yang kuat akan mengurangi risiko bencana bagi ekosistem itu sendiri dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Menjaga dan melestarikan alam merupakan tugas/kewajiban bersama dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.

 


Kategori Berita
Sub Kategori Kegiatan