Dirjenbun dan Komisi IV DPR RI Tinjau Hasil Peremajaan Sawit KUD Bangkit Usa

ROKAN HULU – Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Kasdi Subagyono beserta Anggota Komisi IV DPR RI Effendi Sianipar di dampingi Bupati Rohul H. Sukiman, Kadis Perkebunan Provinsi Riau, Feri Dwi Putra meninjau hasil program peremajaan sawit rakyat yang didukung pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) di KUD Bangkit Usaha Makmur Desa Bencah Kusuma Kecamatan Kabun

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Kasdi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang telah menjadi program nasional dimulai sejak tahun 2018 lalu di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

“Kedepannya perlu pembinaan dan pengawasan dengan baik program PSR ini, dan diharapkan KUD Bangkit Usaha Makmur dapat dijadikan percontohan untuk dilaksanakan di tempat lain,” ujarnya dalam keterangan resmi belum lama ini.

Lebih lanjut kata Kasdi, selain memperoleh dukungan pendanaan dari BPDP-KS, khusus di KUD Bangkit Usaha Makmur juga sukses dalam menerapkan praktik budidaya tumpang sari sawit dengan tanaman pangan, sehingga mendukung pendapatan alternatif bagi masyarakat, sembari menunggu kebun kelapa sawit yang diremajakan berbuah dan menghasilkan.

"Saya baru turun pertama kali ke sini setelah menjadi Dirjen  Perkebunan selama lebih kurang 10 bulan. Saya melihat langsung, pelaksanaan program PSR di Rohul sangat baik dan berhasil, tentunya tidak terlepas dukungan dari pak Bupati Sukiman," katanya.

Sementara itu para petani anggota Koperasi Unit Desa Bangkit Usaha Makmur (KUD-BUM), Desa Bencah Kesuma, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, merasa senang diterapkannya program ini, lantaran selain mendapat dukungan pendanaan dari BPDP-KS, terpenting penjualan buah mereka (petani) diterima langsung oleh pabrik kelapa sawit, namun demikian kebunan kelapa sawitnya tetap dikelola secara mandiri (swa kelola)

Program ini terwujud hasil kerjasama antara PT Rohul Sawit Industri (BGA Group) dengan KUD BUM, Perbankan dan Disbun setempat, dimana peran PT RSI selain sebagai Penampung buahnya, juga berkewajiban sebagai pendamping (mitra) dalam hal teknis Agronomi agar kebunnya dapat sesuai standar perkebunan, namun pengelolaan kebun tetap dilakukan secara mandiri oleh petani dan Koperasi. (sumber:infosawit.com)

 


Kategori Artikel
Sub Kategori Berita