Minyak Sawit Populer sebagai Bahan Baku Industri Turunan Makanan

JAKARTA - Wajar, bila kemudian, pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (CPO) kian menggunung lantaran, permintaan pasar dunia akan minyak sawit terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Berbagai riset terapan, khususnya riset minyak makanan yang selama ini mengalami stagnasi, bila menggunakan minyak nabati lainnya, dapat mengalami keberlanjutan riset paska menggunakan minyak sawit.

Persoalan besar dan klasik yang sering dihadapi, seperti, melting point (titik leleh) produk makanan, dapat terpecahkan dengan baik bila menggunakan minyak sawit sebagai bahan bakunya. Pasalnya, minyak sawit memiliki melting point yang setara dengan suhu ruang atau akan segera meleleh bila sudah masuk ke dalam mulut seseorang.

Dengan keberhasilan riset ini, berbagai produk turunan dari minyak sawit sebagai minyak makanan, tidak hanyak dikembangkan sebagai minyak goreng dan margarin semata tetapi terus dikembangkan hingga menghasilkan berbagai produk specialty fats, salah satunya, Cocoa Butter Subtitute (CBS).

Hampir semua produk coklat yang dikonsumsi masyarakat dunia, pasti menggunakan CBS sebagai pencampur produk makanannya. Pasalnya, bila tidak menggunakan CBS, tekstur rasa coklat tidak akan mudah terbentuk dan tidak akan mudah meleleh ketika dikonsumsi manusia. Tentunya, campuran produk minyak sawit ini belum bisa tergantikan hingga dewasa ini. (sumber:infosawit.com)


Kategori Artikel
Sub Kategori Berita