Pemerintah Memperkuat Pasar Sawit di Pakistan

LAHORE -  Sebagai upaya dalam mempertahankan dan meningkatkan pasar kelapa sawit Indonesia di Pakistan sekaligus membendung kampanye negatif terhadap produk sawit, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad bersama  APICAL, perusahaan marketing dan distributor produk minyak sawit serta turunannya, menggelar Conference on Palm Oil di Lahore, Pakistan.

Sebanyak 170 pelaku usaha Pakistan dari kalangan sales manager area dan distributor produk minyak sawit, termasuk Vanaspati Ghee memadati ruang acara di Palace Hall Hotel Pearl Continental(PC) Lahore Pakistan.

Duta besar (Dubes) Indonesia untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri mengatakan, konferensi minyak sawit tersebut melibatkan semua perwakilan perusahaan marketing, distributor, serta pelaku industri minyak sawit di seluruh Pakistan. “Kegiatan ini pertama kali dilakukan,” dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis (22/11/2018).

Sebelumnya, pada 10 September 2018, KBRI Islamabad juga telah menyelengarakan joint seminar bersama University of Agriculture Faisalabad (UAF), dan Faisalabad Chamber of Commerce and Industry (FCCI) dengan tema yang sama, ‘Palm Oil: Health, Nutrition & Development’. Mayoritas peserta berasal dari kalangan akademisi dan peneliti.

“Berbagai upaya masif guna meningkatkan pemahaman stakeholder Pakistan mengenai amannya produk sawit perlu terus dilakukan, baik dengan pemangku kepentingan, kampus, lembaga think-tank, KADIN, Asosiasisi Pedagang, maupun para pelaku industri produk minyak sawit,” sambung Dubes Iwan.

Beberapa tantangan muncul terkait keberlangsungan pangsa pasar sawit Indonesia di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir, antara lain, tentang rencana pelarangan produk Vanaspati Ghee (70% lebih berasal campuran sawit) pada tahun 2020 oleh Punjab Food Authority (PFA) karena dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu, asumsi yang telah berkembang di masyarakat Pakistan menyimpulkan bahwa produk minyak goreng (cooking oil) lebih sehat dibandingkan minyak ghee yang telah berpuluh tahun dikonsumsi bahkan menjadi life style kultur kuliner..

Dengan semangat menjawab tantangan tersebut, melalui penyebaran informasi sekaligus edukasi yang komprehensif mengenai minyak sawit, KBRI Islamabad mengumpulkan para pakar nutrisi dan makanan dari University of Agriculture, Faisalabad, Masood Sadiq Butt, dari Madina Group of Industry, Sumerah Shehzad dan dari perusahan pemasaran produk minyak sawit, Head Country Manager of APICAL, Naveed Gilani, serta Punjab Board of Investment & Trade, M. Sohail Qadriuntuk disampaikan kepada publik, produsen dan konsumen edible oil bahwa minyak sawit tidak membahayakan kesehatan, kaya nutrisi, sangat berpotensi meningkatkan perekonomian, serta produk domestik bruto (PDB) Pakistan.

“Kontribusi industri minyak goreng dan minyak ghee di Pakistan terhadap devisa negara mencapai sekitar US$ 8 miliar pertahun. 80% dari industri ini berasal dari sawit dan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan pekerjaan,” tandas Naveed Gilani dari APICAL.(sumber:infosawit.com)


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel