SPKS Dukung Dinas Pertanian Kolaborasi Petakan Kebun Sawit Petani

LONG IKIS - Sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Paser. Apalagi belum lama ini Kabupaten Paser telah menerbitkan Perda Tata Niaga Sawit yang didorong untuk bisa membangun kemitraan antara petani dan pelaku usaha sekitar.

Tutur Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Paser, Iwan himawan, untuk mendukung Perda tersebut pihaknya saat ini mulai melakukan pemetaan kebun sawit petani dengan mengunakan drone, sekaligus sebagai cara untuk persiapan pendaftaran Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) di Dinas Perkebunan. “Dari SPKS kami akan mendorong setidaknya petani di 7 desa diantaranya Desa Gunung Putar, Brewe, Long Ikis, Sebakung, Atang Pait, Kayungo,” katanya dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Lebih lanjut kata Iwan, pemetaan ini sangat penting karena salah satu syarat yang ditetapkan dalam STDB adalah petani harus memilki peta lokasi kebun. Sebab itu wajar bilamana untuk memastikan petani memiliki peta lokasi kebun, pihak SPKS masuk dalam tim verifikasi STDB yang dibentuk pemerintah daerah.

Sementara tutur Kepala Departemen Riset SPKS Nasional, Sabarudin, pihaknya sangat mendukung inisiatif pemerintah salah satunya yang dilakukan di Kabupaten Paser untuk pemenuhan STDB petani.

Target utama SPKS adalah petani di 7 desa yang didampingi setelah mendapatkan STDB akan dibina untuk mendapatkan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Memang ini bukan perkerjaan yang cepat dan dibutuhkan kerjasama semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah, khusus di Kabupaten Paser kami didukung pula oleh yayasan KEHATI,” tandas Sabarudin. (sumber:infosawit.com)


Kategori Artikel
Sub Kategori Berita