Sawit Sebagai Pengganti Migas

SAMARINDA - Dikatakan Gubernur Kalimantan Timur, H. Isran Noor, pengelolaan sumber daya alam (SDA) seperti hasil pertambangan migas dan batubara harus lebih cermat lantaran memiliki potensi habis. Sebab itu sudah selayaknya dicarikan alternatif, salah satunya adalah perkebunan dan industri kelapa sawit.

Kata Isran Noor, pengembangan industri kelapa sawit bisa diandalkan sebagai pengganti migas, batu bara yang merupakan salah satu sumber daya asalam yang tidak renewable.

Sebab itu Isran berharap, setelah pengukuhan pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Timur yang dengan sepakat memilih Muhammadsjah Djafar sebagai ketua, dapat segera  melaksanakan program kerja dengan bekerjasama  dengan stakeholder dan sinergitas dengan pemerintah daerah.

"Kehadiran perusahaan kelapa sawit yang tersebar di daerah harus berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat  melalui plasma, maupun bantuan sosial dan usaha melalui program corporate social responciblity (CSR)," tutur Isran Noor pada acara pengukuhan pengurus terpilih Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kaltim periode 2018-2023, belum lama ini dalam keterangan resmi diterima. Lebih lanjut kata Isran Noor , banyak hal yang bisa dilakukan dalam pengembangan industrisasi  kelapa sawit di Kaltim, salah satunya menyerapan tenaga kerja sehingga membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran, serta manfaat lainnya.

Oleh karena itu, jajaran pengurus Gapki Kaltim dapat memberikan masukan-masukan maupun pemikiran ke pemerintah daerah dalam hal bagaimana mengembangkan transformasi maupun hilirisasi  komoditi kelapa sawit menjadi produk lain. Jadi bukan hanya  untuk diekspor, tetapi juga bisa untuk komuditi lain seperti pengembangn industri biodiesel dan lainnya. (sumber:infosawit.com)

 

 

 


Kategori Artikel
Sub Kategori Berita