Tantangan Industri Kelapa Sawit Semakin Kompleks

Tutur Chief Operation Officer (COO) PT Sampoerna Agro Tbk, Parluhutan Sitohang, pengembangan perkebunan kelapa sawit kedepan diyakini bakall semakin kompleks, menyusul munculnya beragam isu pada pengembangan perkebunan kelapa sawit, baik isu di dunia maupun yang sifatnya lokal.

Sebab itu, para plnater dituntut untuk bisa memahami dengan baik isu-isu tersebut, termasuk memahami beragam regulasi yang ada. “Kalau dulu kan kita hanya kerja saja, namun sekarang kita harus memahami kondisi yang ada, sebab itu butuh energi besar dan kesabaran, disamping kekuatan modal yang besar,” katanya kepada InfoSAWIT.

Selain isu dunia dan lokal, terdapat juga isu penting yang semestinya segera mendapatkan solusi, yakni isu yang menyangkut kesiapan para planter muda dalam upaya mengembangkan sektor perkebunan.

Terlebih kebutuhan para planter saat ini tidak lagi hanya sekadar sandang, pangan dan papan, lantaran ada kebutuhan lain yang juga dianggap penting yakni kebutuhan sinyal. Saat ini alat  komunikasi mobile (HP) seolah telah menjadi kebutuhan wajib bagi mereka.

Itu penting lainnya menyangkut tidak lagi semenariknya profesi sebagai planter. Ini banyak disebabkan tuntutan pekerjaan yang mengharuskan bekerja dipelosok daerah (remote area). Tantangan selanjutnya ialah untuk saat ini sangat sulit memperoleh planter yang siap dengan kondisi di lapangan atau bisa beradaptasi dengan cepat.

Sebab itu, tutur Parluhutan Sitohang, tantangan-tantangan yang ada tersebut mesti segera dicarikan solusinya. Upaya pengenalan lebih jauh terkait sektor perkebunan kelapa sawit kepada masyarakat menjadi sangat penting.

Caraya bisa dengan melakukan penyebaran informasi tentang perkebunan kelapa sawit kepada generasi milenial yang duduk dibangku sekolah menengah atau yang masih menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Apalagi saat ini, bidang studi khusus tentang perkebunan kelapa sawit masih sangat jarang ditemui.  “Saat ini masih belum banyak perguruan tinggi yang membuka secara khusus program studi guna memenuhi  kebutuhan untuk perkebunan,” katanya.

Dengan masuknya era industri 4.0, pengembangan perkebunan kelapa sawit kedepan pun sudah mulai sedikit demi sedikit diubah. Misalnya skim menkanisasi mulai diterapkan, menyusul semakin sulitnya mendapakan planter untuk perkebunan kelapa sawit (sumber : infosawit.com)


Kategori Artikel
Sub Kategori Berita