KALAU MEMANG BENAR, KENAPA HARUS TAKUT?

Oleh : Sayid Abdurrahman

 

Pada suatu hari penulis menerima sms yang berisikan hujatan, tuduhan, ancaman bahkan sumpah serapah yang kalau dibaca berulang-ulang bisa membuat dada terasa sesak. Meskipun sms tersebut telah mampu memancing emosi dan meningkatkan adrenalin penulis, namun kalau dicermati secara teliti ternyata beberapa informasi yang disampaikan dalam sms tersebut masih terdapat diantaranya yang memiliki unsur-unsur kebenaran dengan sedikit klarifikasi. Namun sayang pengirim sms itu tidak mencantumkan identitas dirinya sehingga tidak dapat dikonfirmasi lebih lanjut. Dihari yang lain ada seorang teman juga menceritakan bahwa dia menerima sms berisikan fitnah serta tuduhan yang keji dan disebarkan kepada banyak orang sehingga telah menjatuhkan harkat dan martabat diri teman tersebut, namun sekali lagi sayang pengirim sms tidak mencantumkan identitas diri sehingga tidak dapat dikonfimasi.

Dua sms  yang dikirim kepada dua orang yang berbeda diatas, belum tentu  dari pengirim yang sama. Karena diera komunikasi yang semakin bebas dan terbuka serta terdapat berbagai saluran komunikasi yang dapat diakses secara mudah, setiap orang dapat menyebarluaskan informasi kepada banyak pihak secara bebas, terlepas informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara fakta atau hanya sekedar fitnah, gosip dan sebagainya. Kemajuan dibidang teknologi informasi saat ini telah banyak menimbulkan dampak positif karena semua informasi dapat disampaikan secaraluas, cepat dan murah. Namun dilain pihak tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkan apabila informasi yang disampaikan berupa fitnah, provokasi, atau pembentukan opini negatif terhadap pihak tertentu sehingga tidak sedikit orang yang hancur martabatnya, kehilangan masa depan dan bahkan juga kelihangan nyawa karena fitnah dan provokasi yang disebarkan dapat menimbulkan permusuhan yang berakibat terjadinya pembunuhan satu sama lain.

Sms gelap atau surat kaleng sebenarnya sudah merupakan hal yang sering dilakukan oleh pihak tertentu untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab. Pada saat Pemerintah dan beberapa institusi tertentu banyak menyediakan sarana komunikasi publik untuk penyampaian aspirasi, keluhan, kritikan ataupun masukan positif untuk ditindak lanjuti sebagai sarana perbaikan dalam bentuk surat maupun sms, namun dari informasi yang diterima hanya dibawah 20% yang dapat ditindak lanjuti karena dilengkapi dengan fakta-fakta dan identitas pengirim. Selebihnya lebih bersifat curhat, fitnah dan propaganda serta tidak dilengkapi identitas pengirim atau dapat dikategorikan sebagai surat kaleng dan sms gelap.

Di lingkungan PTPN I sendiri sebenarnya sudah lama kita mendengar banyaknya beredar sms gelap maupun surat kaleng, bahkan dalam forum-forum resmi sebelumnya kita sering mendengarkan keluhan manajemen terhadap maraknya sms gelap karena dianggap sangat mengganggu keharmonisan dilingkungan perusahaan akibat munculnya kecurigaan satu sama lain. Hal ini tentunya sangat beretentangan dengan nilai-nilai yang dianut PTPN I khususnya nilai-nilai organisasi dan nilai-nilai hubungan antar orang yang lebih mengutamakan teamwork, saling memahami, saling menghormati, saling membantu, saling mengisi, kesatuan arah dan gerak, kebersamaan serta saling bersinergi.

Bahkan dalam teori komunikiasi yang efektif, setiap komunikasi itu harus tercipta sistem komunikasi dua arah atau yang disebut two ways traffict communication  yang salah satu persyaratannya adalah masing-masing pihak harus mengetahui dengan siapa dia menjalin komunikasi meskipun tidak harus saling bertatap muka. Disamping itu sarana komunikasi secara ideal seharusnya dapat digunakan secara positif dan untuk menyampaikan informasi yang positif pula. Sehingga sarana komunikasi tersebut dapat memberi manfaat kepada banyak orang. Dalam konteks sms gelap maupun surat kaleng disamping tidak memenuhi syarat sebagai komunikasi yang efektif, disisi lain juga dapat menimbulkan dampak yang sangat negatif terutama apabila informasi yang disampaikan berupa fitnah, ancaman, provokasi baik kepada sipengirim maupun kepada orang yang menjadi sasaran dalam sms berupa tekanan yang berakibat munculnya penyakit neurosis seperti: stress, cemas, sedih, malu dan sebagainya. Disamping itu sasaran komunikasi juga tidak tercapai karena informasi yang disampaikan tidak dapat ditindak lanjuti secara efektif.

Setidaknya ada dua alasan utama seseorang itu mengirimkan sms gelap atau surat kaleng. Pertama, bertujuan untuk membentuk opini negatif terhadap orang lain, menjatuhkan harkat dan martabat bahkan jabatan seseorang, atau yang sering disebut dengan pembunuhan karakter (character assassination). motivasi mengirimkan sms ini  biasanya karena diliputi oleh perasaan sakit hati, dendam, iri hati, dengki dan sebagainya. Ciri-ciri informasi yang disampaikan itu lebih bersifat fitnah dan propaganda serta tidak dilengkapi dengan fakta yang benar. Kedua, bertujuan untuk terjadinya perbaikan terhadap kondisi tertentu ataupun sikap seseorang yang dianggap telah menyimpang dari ketentuan yang seharusnya, namun sipengirim khawatir akan memperoleh dampak terhadap dirinya atas informasi yang disampaikan. Ciri-ciri dari informasi  yang disampaikan ini biasanya turut dilengkapi dengan bukti-bukti yang dapat ditelusuri kebenarannya dan bukan hanya dikuatkan dengan persepsi maupun interpretasi dari pengirim secara sepihak.

Untuk mengantisipasi munculnya budaya surat kaleng dan sms gelap, penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut : pertama, perlu diciptakan sistem komunikasi yang kondusif, bebas dan terbuka. Sehingga setiap orang bebas menyampaikan infomasi untuk perbaikan, setiap orang harus mampu menjaga kerahasiaan sumber dan identitas pemberi informasi sehingga seseorang yang ingin memberikan informasi yang benar tidak khawatir akan munculnya dampak terhadap dirinya. Ketiga, penerima informasi harus selektif dan sensitif dalam menerima informasi. Setiap informasi yang diberikan harus bisa dipertanggungjawabkan dan ditelusuri berdasarkan fakta-fakta yang benar. Informasi yang menyangkut kredibilitas sesesorang perlu diteliti secara sensitif terkait latarbelakang dan motivasi dari sipemberi informasi. Apabila terdapat dorongan karena  kecemburuan sosial dari sipemberi informasi, perlu langkah kehati-hatian dalam menindaklanjuti informasi tersebut. Namun bila informasi yang disampaikan adalah benar dan memiliki dampak perbaikan perlu ditindaklanjuti secara tepat dan wajar, bahkan kalau diperlukan diberi apresiasi terhadap sipemberi informasi tersebut. Terhadap sms gelap dan surat kaleng tidak perlu ditanggapi secara berlebih-lebihan apalagi dibahas secara terbuka, karena hal ini hanya akan membuat sipengirim menjadi tersanjung dan termotivasi untuk mengirim lebih banyak lagi.

Kepada yang selama ini hobi menyebarkan fitnah, teror, propaganda, dan ancaman melalui sms gelap maupun surat kaleng, sudah saatnya menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Karena disamping mengakibatkan ketidaknyamanan kepada anda sebagai pengirim, penerima sms dan orang yang menjadi sasaran anda, sms gelap dan surat kaleng juga dapat mengakibatkan disharmonisasi dilingkungan perusahaan akibat timbulnya prasangka negatif dan saling curiga satu sama lain. Namun apabila anda memiliki informasi yang benar dan bermanfaat bagi perusahaan, sampaikanlah secara tulus dan kesatria serta tidak sedikitpun memiliki tujuan yang subjektif. Setiap informasi yang kita sampaikan secara persuasif tanpa dilandasi dengan unsur-unsur dan tujuan negatif tentu akan diterima secara terbuka oleh seseorang.  Disamping itu kritikan yang menyangkut seseorang akan lebih baik bila disampaikan  langsung kepada yang bersangkutan karena dengan cara seperti itu tidak membuka aib seseorang kepada pihak lain.  Bukankah dalam agama kita juga diperintahkan untuk menyampaikan sesuatu yang benar itu walaupun pahit. Karena bagaimanapun tidak ada jaminan setiap insan PTPN I ini sebagai orang yang tanpa cela. Dengan adanya masukan dan kiritikan yang membangun dan dilandasi iktikad baik untuk perbaikan, tentu akan sangat membantu orang lain untuk tetap berada di jalur yang benar (on the right track).  

Mari tinggalkan budaya sms gelap dan surat kaleng, karena menjadi pengecut bukanlah pilihan…


Kategori Artikel