Harga Terus Merosot, Petani Sawit di Jambi Menjerit

[JAMBI] Para petani sawit swadaya atau bermodal sendiri di Provinsi Jambi menjerit menyusul terus merosotnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah itu. Petani sawit di daerah itu banyak yang merugi karena harga penjualan TBS sawit tidak sebanding dengan upah panen dan biaya angkut.

Sepri (55), petani sawit Kecamatan Petaling, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi kepada SP di Jambi, Kamis (11/10) mengatakan, para petani di daerahnya mengeluhkan rendahnya harga TBS sawit hingg saat ini. Harga TBS sawit tingkat petani di Petaling maksimal Rp 650/kg. Rendahnya harga TBS sawit tersebut membuat petani merugi.

“Harga TBS sawit di Petaling rata-rata Rp 650/kg. Harga TBS yang rendah tersebut menyebabkan petani rugi. Dari Rp 650/kg harga TBS sawit, sebesar Rp 200/kg dipotong untuk biaya panen dan Rp 200/kg untuk biaya angkut. Jadi petani hanya mendapat Rp 150 dari setiap penjualan satu kilogram TBS sawit. Petani jelas sangat rugi,”katanya.

Sepri mengharapkan pemerintah daerah di Jambi mencari solusi guna mendongkrak harga TBS sawit di daerah itu. Para pengusaha perkebunan kelapa sawit di daerah itu perlu didorong agar menaikkan harga TBS sawit.

“Kemerosotan harga TBS sawit di Jambi sudah terjadi hampir satu tahun terakhir. Namun pemerintah daerah terkesan kurang peduli. Pengusaha pun tampaknya tak memiliki komitmen membantu petani yang merugi akibat rendahnya harga TBS sawit,”ujarnya.

Turun Lagi

Sementara itu berdasarkan rapat penetapan harga TBS sawit di Jambi, Kamis (11/10), harga TBS sawit periode 12-18 Oktober 2018 di tingkat pabrik turun rata-rata Rp 11/kg. Harga TBS sawit kualitas baik atau usia tanaman sawit 10-20 tahun sepekan ini sebesar Rp 1.419, 22/kg atau turun Rp 11/kg dibanding harga TBS sawit sepekan sebelumnya sebesar Rp 1.429,90 per kilogram.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Standarisasi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi,  Putri Rainun,  penurunan harga TBS sawit di daerah itu dipengaruhi meningkatnya pasokan minyak mentah sawit (Crude Palm Oil/CPO) di pasar ekspor, sementara pembelian berkurang.

Dijelaskan, harga TBS kelapa sawit usia tanam tiga tahun satu pekan mendatang di Jambi ditetapkan Rp 1.111/kg atau turun dibandingkan harga sepekan sebelumnya Rp 1.116/kg.  Harga TBS sawit usia tanaman empat tahun turun dari Rp 1.192/kg menjadi Rp Rp 1.183/kg dan harga TBS sawit usia tanaman lima tahun turun dari Rp 1.246/kg menjadi  perkilogram Rp 1.238/kg.

Sementara itu menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Jambi, Roy Asnawi mengatakan, turunnya TBS sawit pekan ini, akibat banyaknya penawaran CPO di pasaran ekspor. Banyaknya penawaran ekspor yang dipengaruhi membanjirnya pasokan CPO membuat harga penawaran menurun. Penurunan harga CPO di pasar ekspor mempengaruhi turunnya harga TBS sawit di tingkat petani dan pabrik.

Menurut Roy Asnawi, para pengusaha kelapa sawit di Jambi tetap membeli TBS sawit petani sesuai dengan standar harga yang disepakati Tim Perumus Harga TBS Sawit Provinsi Jambi. Tim perumus harga tbs sawit tersebut sudah diwakili kelompok tani, koperasi unit desa (KUD), pengusaha sawit dan unsur pemerintah.

“Jadi para pengusaha sawit tidak membeli TBS sawit petani di bawah maupun di atas harga yang sudah ditetapkan tim perumus harga TBS sawit. Perbedaan harga TBS sawit hanya pada kualitas dan usia tanaman sawit. Harga TBS sawit usia tanam 3 – 5 tahun tentu berbeda dengan harga TBS sawit usia tanaman sawit 10 – 20 tahun,”katanya.

 

sumber : http://sp.beritasatu.com/nasional/harga-terus-merosot-petani-sawit-di-jambi-menjerit/126585


Kategori Berita