Ahlak Nabi Sebagai Pedoman Hidup

PTPN VII--Meniru ahlak Nabi maka kita akan merasakan hidup lebih baik. Hal ini dikatakan Ustan Ahmad Buchori saat memberikan siraman rohani pada acara pengajian rutin di Ruang rapat Lantai I Kantor Direksi PTPN VII, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya, ada tiga pokok dalam ajaran agama Islam yakni iman, islam dan ihsan. Iman yakni keyakinan yang ada di dalam hati. Islam merupakan aturan yang kita harus patuhi sekaligus yang membedakan mana orang beriman dan tidak beriman. Orang yang paling dekat dengan nabi adalah yang paling baik ahlaknya.

Islam adalah agama yang menuntun umatnya untuk mencapai akhlak yang tinggi, berperilaku adab yang baik. “Allah membawa agama Islam tidak untuk mempersulit, namun untuk mempermudah kehidupan,” katanya.

Di dalam Islam tekanan kuat yang menakjubkan diletakkan dalam meningkatkan kecintaan kepada umat manusia dan pentingnya menunjukkan kasih dan simpati kepada setiap makhluk Allah, termasuk manusia dan hewan. Di dalam Islam, umat Islam dituntut tidak hanya untuk melindungi kaum Muslim, tetapi juga para pengikut agama lain. Ketika manusia dan hakekat kemusiaannya sedang “terkoyak”, sebahagian besar orang mengharap “sumbangan riil” agama agar hadir membawa kesejukan.

Agama harus dapat “dibumikan” dan tidak boleh dibiarkan “mengawang-ngawang” tanpa bisa dijangkau oleh pemeluknya, karena pada kenyataannya banyak manusia merasa terasing dari kehidupan riil yang dihadapi.

Islam telah meletakkan azas-azas yang akan menjaga hakikat kemanusiaan dalam hubungan antar individu atau antar kelompok. Pertama, saling menghormati dan memuliakan. Islam mengajarkan untuk menghormati manusia walaupun telah menjadi mayat.

Kedua, menyebarkan kasih sayang. Ini merupakan eksplorasi dari risalah Islam sebagai ajaran yang utuh, karena Islam datang sebagai rahmat untuk seluruh alam. Ketiga, keadilan dan persamaan. Keempat, perlakuan yang sama. Membalas suatu kebaikan dengan kebaikan yang sama atau lebih baik adalah tuntutan setiap masyarakat yang menginginkan hubungan harmonis antar sesama.Kelima, berlapang dada dan toleransi (tasamuh). Kelima, saling tolong menolong dan Keenam, menepati janji.

Sudah seharusnya kita sebagai seorang muslim menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan kita dalam berahlak. Karena beliaulah semulia-mulianya manusia di dunia ini, akhlak mulia beliau adalah yang paling layak untuk kita ikuti. (HMS-PTPN VII)

 


Kategori Kegiatan
Sub Kategori Berita