Sentimen Libur Lebaran, Harga CPO Kembali Naik

Bisnis.com, JAKARTA—Harga minyak kelapa sawit atau CPO melanjutkan penguatan seiring dengan proyeksi berkurangnya produksi akibat libur Lebaran di dua negara produsen utama, yakni Indonesia dan Malaysia.

Pada perdagangan Jumat (30/6/2017) pukul 11.03 WIB harga CPO kontrak teraktif September 2017 di bursa Malaysia naik 11 poin atau 0,45% menuju 2.480 ringgit per ton. Harga naik dalam 2 sesi perdagangan terakhir, tetapi masih merosot 18,49% sepanjangh tahun berjalan.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pasar CPO masih mendapatkan sentimen positif saat momen Lebaran. Salah satunya ialah prospek berkurangnya suplai karena aktivitas produksi yang terhambat di Indonesia dan Malaysia, sebagai pemasok lebih dari 80% CPO dunia.

"Liburan para petani dan pekerja terkait memang menjadi katalis positif bagi CPO, tetapi tampaknya sentimen ini belum bisa menopang harga," ujarnya kepada Bisnis.com.

Pasar juga mempertimbangkan adanya rencana program B5 di China yang dapat mengatrol sisi permintaan. Namun, agenda politis ini belum terealisasi sehingga berdampak minim terhadap harga.

Memang faktor liburan pekerja dan adanya program B5 di China membuat harga CPO meningkat tiga hari berturut-turut sampai Jumat kemarin. Namun momentum ini dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi profit taking.

"Pasar cencerung melakukan profit taking sampai akhir Juni. Harga diperkirakan melandai menuju 2.420 ringgit per ton," paparnya.


Kategori Berita