Harga Gula ICE Turun 1,4 Persen Tergerus Kekuatiran Surplus Global

Harga gula berjangka ICE ditutup turun pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Kamis dinihari (06/07). Harga komoditas ini mengalami pelemahan tergerus kekuatiran surplus global.

 

Kontrak rebound akhir pekan lalu dari level rendah 12,74 sen namun para dealer mengatakan bahwa reli tersebut tampaknya kehabisan tenaga, sementara harapan untuk surplus global yang besar pada 2017/18 terus berlanjut.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2017 terpantau merosot. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup merosot sebesar 0,20 sen atau setara dengan 1,44 persen pada posisi 13,72 sen per pon.

Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change, Balance of Trade dan ISM Non Manufacturing AS yang diindikasikan melemah. Jika terealisir akan melemahkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi menguat jika dollar AS terealisir melemah. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Resistance pada posisi 14,20 sen dan 14,70 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 13,20  sen dan 12,70 sen.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

Kategori Berita