Harga Kopi Arabica ICE Lemah Mengabaikan Penurunan Produksi Kolombia

Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Jumat dinihari (07/07) berakhir turun. Pelemahan harga kopi arabica terjadi meskipun data menunjukkan penurunan bulan keempat berturut-turut produksi tahun-ke-tahun Kolombia, di tengah pandangan bahwa penurunan tersebut hanya merupakan kemunduran sementara.

Federasi produsen kopi Kolombia, Fedecafe, dipatok pada produksi 1.049m kantong bulan lalu di negara peringkat kedua berkembangnya arabika, turun 9,8 persen YoY.

Angka tersebut mewakili enam waktu dalam tujuh bulan terakhir ketika produksi turun di bawah tingkat tahun lalu.

Dan sementara Fedecafe menunjukkan ekspor Kolombia naik 3,4% bulan lalu, pada 964.000 ton, kenaikan tersebut mencerminkan perbandingan dengan angka setahun yang lalu ketika pengiriman terganggu oleh pemogokan truk.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan September 2017 ditutup merosot pada posisi 1,2910 dollar, naik sebesar 0,90 sen atau setara dengan 0,69 persen.

Malam nanti akan dirilis data Nonfarm Payrolls Juni AS yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi lemah jika penguatan dollar AS terjadi. Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menguji level Support di posisi 1,2600 dollar dan 1,2300 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan dihadapi jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 1,3200 dollar dan 1,3500 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

Kategori Berita