Harga Minyak Sawit Kembali Turun, Karena Profit Taking

Harga minyak sawit kembali turun dengan penurunan terbesar selama empat minggu setelah mencapai harga tertinggi sejak Januari 2018 pada awal minggu.

Harga minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1.1% menjadi 2,526 ringgit ($612.73) ton.

Pengambilan keuntungan yang terjadi karena harga sudah terlalu tinggi, penurunan ini bisa   berlanjut kecuali laporan permintaan dan penawaran menggerakkan harga kembali naik.

Total produksi Indonesia dan Malaysia tidak berubah  tahun depan, karena kekeringan dan penghentian  penggunaan pupuk.

Persediaan minyak sawit Malaysia akan meningkat di bulan Oktober karena peningkatan produksi menjadi tertinggi setahun karena permintaan ekspor minyak nabati turun.

Persediaan selama bulan Oktober akan meningkat 2.8% dari September menjadi tertinggi tujuh bulan menjadi 2.52 juta ton perkiraan dari tujuh petani sawit.

The Malaysian Palm Oil Board akan melaporkan data persediaan pada hari Senin dan harga  Minyak sawit diperkirakan akan naik berkisar 2,608 -2,666 ringgit perton

Harga minyak sawit Januari di Dalian turun 1.3% sementara di CBOT, Chicago harga minyak sawit turun 0.2%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit support pertama di 2,400 ringgit dan berikut ke 2,380 ringgit sedangkan resistant pertama di 2,560 ringgit dan berikut ke 2,580 ringgit.

https://www.vibiznews.com/2019/11/08/harga-minyak-sawit-kembali-turun-karena-profit-taking/


Kategori Berita