Harga Minyak Sawit Naik Lagi, Persediaan Menurun

Harga minyak sawit masih ada dalam tren naik karena setelah turun sedikit kembali naik lagi, karena  secara  fundamental  persediaan masih sedikit akibat produksi turun dan ekspor meningkat.

Harga minyak sawit di Bursa Malaysia Commodity Exchange  naik RM26 (1.01%) menjadi RM2,597 per kg .

Di bawah ini gambaran dari persediaan, ekspor dan produksi dari minyak sawit Malaysia :

Minyak sawit sangat penting bagi perekonomian Malaysia karena menyumbangkan 2.8%  dari GDP Malaysia pada tahun lalu dan 4.5% dari total ekspor Malaysia.

Menurut data  dari MPOB  ekspor minyak sawit pada tahun lalu sebesar RM65.41 milyar. Pada 10 bulan pertama tahun 2019 pengiriman minyak sawit ke 150 negara dengan total RM53.23 milyar.

Analyst dari  MIDF mengatakan bahwa  persediaan minyak sawit pada bulan Oktober turun 14.4% dari tahun lalu menjadi 2.3 juta MT terendah sejak  Juli  2019. Penurunan persediaan karena produksi  ke 1.8 juta MT , turun 8.6% dari tahun lalu  dan naiknya permintaan ekspor  4% dari tahun lalu menjadi  1.6 juta MT.

Persediaan juga turun di bawah  perkiraan menurut  Bloomberg dan Reuters sebesar  7.6%  dan  6.7%.

Permintaan ekspor naik dari India, Cina dan Uni Eropa. Permintaan minyak sawit meningkat terutama impor Cina karena sedikitnya persediaan minyak nabati dan juga akibat perang dagang AS –Cina dan wabah Flu Afrika.

Rendahnya persediaan kedelai dan melemahnya permintaan makanan ternak membuat permintaan minyak sawit menjadi meningkat. Impor Cina di bulan Oktober naik 26% dari tahun lalu. Kenaikan dari permintaan pasar Uni Eropa sebesar 19.6% dari tahun lalu menjadi 200,000 MT di bulan Oktober .

Melemahnya permintaan dari India karena pemerintah India menaikkan bea masuk minyak sawit Malaysia pada 4 September lalu naik 5% menjadi 50%.

India mengalihkan permintaan minyak sawit ke Indonesia karena harganya lebih murah dari minyak sawit Malaysia.

Pedagang India menghentikan impor minyak sawit Malaysia karena protes terhadap pidato  PM Malaysia di PBB soal serangan India terhadap Kashmir. Terjadi penurunan ekspor sebesar 29.2% ke India dari bulan lalu, tetapi dari tahun lalu masih naik 14.1% karena adanya peningkatan ekspor yang tinggi sebelum kenaikan tariff.

Permintaan minyak sawit dari Cina diperkirakan akan meningkat pada akhir tahun karena minyak sawit sebagai persediaan untuk Tahun Baru Imlek Januari tahun 2020.

Menurut perkiraan analis harga CPO akan naik diatas RM2,000 per MT. Pada bulan Oktober rata-rata harga minyak sawit diatas RM2,200/MT kenaikan 13.1% dari tahun lalu karena rendahnya harga pada kuartal ke 4., 2018.

Analisa tehnikal support pertama di $2,560 dan berikut ke $2,510 sedangkan resistant pertama di $2,650 dan berikut ke $2,680.

https://www.vibiznews.com/2019/11/19/harga-minyak-sawit-naik-lagi-persediaan-menurun/


Kategori Berita