Harga Minyak Sawit Turun Lagi Hari Kedua

Harga minyak sawit turun kembali untuk hari kedua karena berita turunnya import dari India sehingga kenaikan harga terhenti.

Harga minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange  turun kembali RM 18 ( 0.69%)  menjadi  RM2,586 per kg.

Impor minyak sawit India turun dari tertinggi satu tahunnya di bulan Oktober karena para pedagang dan pabrik tidak bersedia untuk membeli dengan harga global yang lebih tinggi.

Pengiriman turun 12%  dari bulan lalu menjadi 775,000 ton, menurut analyst Bloomberg, terendah sejak Juni. Di Bulan September 2019  import India sempat naik ke 879,947 ton, import  tertinggi sejak September 2018.  Penurunan pertama dari tiga bulan peningkatan pembelian India, sebagai negara importir terbesar dunia, sehingga persediaan dari Indonesia dan Malaysia meningkat.

Rally dari harga minyak sawit akan terhenti setelah naik 16% pada bulan Oktober sebagai bulan kenaikan terbaik sejak September 2015 apabila melihat penurunan ekspor ke India. Setelah turun ke empat tahun terendah pada bulan Juli, harga minyak sawit memasuki bulan  bullish pada bulan Oktober lalu, karena rendahnya persediaan, peningkatan ekspor dan melemahnya produksi.

Harga minyak sawit impor di India sebesar 1,200 rupee (USD 17) per ton lebih mahal daripada minyak nabati lokal, sementara untuk berbagai minyak nabati lainnya di dunia harganya lebih mahal 1,000 rupee per ton.

India membeli minyak kedelai dari AS, Brazil dan Argentina sehingga impor naik 34% dari bulan lalu menjadi 332,000 ton, Untuk impor minyak bunga matahari naik 34% menjadi 170,000 ton. Total impor minyak nabati  berubah sedikit menjadi 1.3 juta ton, menurut survey.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit support pertama di 2,501 ringgit dan berikut ke 2,391 ringgit sedangkan resistant pertama di 2,664 ringgit dan berikut ke 2,724 ringgit.

https://www.vibiznews.com/2019/11/14/harga-minyak-sawit-turun-lagi-hari-kedua/


Kategori Berita