Pasokan di Thailand Terbatas, Karet Ditutup Menguat

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (25/10/2017), sejalan kekhawatiran atas terbatasnya pasokan.

Harga karet untuk pengiriman Maret 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,61% atau 1,20 poin ke level 199,50 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya harga karet dibuka turun 0,20% atau 0,40 poin di level 197,90 setelah pada perdagangan Selasa (24/10) berakhir rebound 1,07% di level 198,30.

Menurut Kazuhiko Saito, Analis perusahaan broker Fujitomi, penguatan harga karet ditopang sejumlah faktor di antaranya depresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS.

“Pelemahan yen Jepang serta kekhawatiran atas keterbatasan suplai di tengah hujan yang berkepanjangan di Thailand mendorong bursa TOCOM,” ujarnya, seperti diikutip dari Bloomberg.

Nilai tukar yen terpantau menguat 0,04% atau 0,05 poin ke posisi 113,85 per dolar AS pada pukul 14.18 WIB, setelah sempat melemah hingga 113,96 siang tadi.

Kinerja yen telah melemah sekitar 2,3% pekan lalu dan mengalami penurunan mingguan kedua. Sepanjang tahun ini, yen telah melemah sebesar 24%.

Pada saat yang sama, curah hujan lebih deras diperkirakan melanda wilayah selatan Thailand seiring dengan aktifnya musim hujan di seluruh kawasan.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Maret 2018 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

25/10/2017

299,50

+0,61%

24/10/2017

198,30

+1,07%

23/10/2017

196,20

-0,46%

20/10/2017

197,10

-0,25%

19/10/2017

197,60

+0,82%

Sumber: Bloomberg


Kategori Berita