Yen Terapresiasi, Harga Karet Malah Naik Lebih dari 1

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet menguat lebih dari satu persen pada perdagangan pagi ini, Kamis (26/10/2017), meski pada saat yang sama nilai tukar yen terapresiasi terhadap dolar AS.

Harga karet untuk pengiriman Maret 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), menguat 1,10% atau 2,20 poin ke level 201,70 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.22 WIB.

Sebelumnya harga karet dibuka dengan kenaikan 0,15% atau 0,30 poin di level 199,80 setelah pada perdagangan Rabu (25/10) berakhir menguat 0,61% di level 199,50.

Harga karet menguat untuk hari ketiga berturut-turut sejak perdagangan Selasa (24/10) ketika berhasil diakhiri dengan penguatan 1,07% di posisi 198,30.

Harga komoditas ini mampu menguat bahkan ketika kinerja yen melanjutkan apresiasinya. Nilai tukar yen terpantau menguat 0,22% atau 0,25 poin ke posisi 113,49 per dolar AS pada pukul 10.28 WIB, setelah pada Rabu (25/10) berakhir terapresiasi 0,14% di posisi 113,74.

Penguatan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS semestinya membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi menurun.

Berbanding terbalik dengan karet, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember 2017 terpantau lanjut turun 0,11% atau 0,06 poin ke US$52,12 per barel, akibat terbebani kenaikan jumlah persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan Rabu (25/10), harga minyak WTI berakhir melemah 0,6% di posisi US$52,18 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk kontrak Desember pagi ini turun 0,10% ke US$58,38 per barel setelah pada Rabu ditutup menguat 0,19% di posisi 58,44.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Maret 2018 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

26/10/2017

(Pk. 10.22 WIB)

201,70

+1,10%

25/10/2017

199,50

+0,61%

24/10/2017

198,30

+1,07%

23/10/2017

196,20

-0,46%

20/10/2017

197,10

-0,25%

Sumber: Bloomberg


Kategori Berita