HARGA CPO: Jumlah Cadangan Indonesia Turun 36, Sawit Perpanjang Penguatan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) memperpanjang penguatannya hingga perdagangan pagi ini, Jumat (2/6/2017).

Kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka stagnan di posisi 2.513 ringgit per ton.

Pergerakannya kemudian menguat 0,84% atau 21 poin ke level 2.534 ringgit per ton pada pukul 10.23 WIB.

Adapun pada perdagangan Kamis (1/6), harga CPO kontrak Agustus sukses membukukan rebound 0,56% atau 14 poin ke level 2.513, mengakhiri pelemahan selama empat hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Penguatan sawit ditopang oleh turunnya jumlah cadangan minyak sawit di Indonesia. Jumlah cadangan minyak sawit Indonesia turun 36% (m-o-m) menjadi 888.000 ton pada April.

“Laporan jumlah cadangan Indonesia yang lebih rendah memicu short-covering setelah penurunan harga baru-baru ini,” kata Donny Khor, wakil Direktur futures dan komoditas di RHB Investment Bank, seperti dikutip dari Bloomberg.

Tak hanya itu, GAPKI (GabunganPengusaha Kelapa Sawit Indonesia) melaporkan tingkat pengiriman minyak sawit dari Indonesia secara tak terduga naik pada April, di tengah kuatnya permintaan dari sejumlah pembeli menjelang Ramadan.

Ekspor minyak kernel dan sawit naik 3,8% (m-o-m) menjadi 2,6 juta ton, meski tingkat produksi naik 5,7% (m-o-m) menjadi 3,1 juta ton.

Sementara itu, berdasarkan data Intertek, ekspor minyak sawit Malaysia pada Mei naik 16% (m-o-m) menjadi 1,3 juta ton.

Di sisi lain, nilai tukar ringgit pagi ini menguat 0,12% ke posisi 4,2813 pada pukul 10.35 WIB, setelah kemarin berakhir melemah 0,12% ke 4,2863.

 

Pergerakan Harga CPO Kontrak Agustus 2017

Tanggal

Level

Perubahan

2/6/2017

(Pk. 10.23 WIB)

2.534

+0,84%

1/6/2017

2.513

+0,56%

31/5/2017

2.499

-0,20%

30/5/2017

2.504

-0,48%

29/5/2017

2.516

-1,53%

Sumber: Bloomberg


Kategori Berita