CEO Notes # 53 - Tantangan 2018 : Persiapan Menuju GO GLOBAL

Assalamualaikum wr.wb,

Ritual yang harus dijalani setiap awal tahun bagi suatu korporasi adalah RUPS RKAP. Di forum ini semua rencana yang akan dijalankan setahun ke depan dipaparkan di depan pemegang saham, baik rencana kerja, rencana anggaran maupun investasi (OPEX dan CAPEX) serta strategi pencapaiannya. Bagi saya, di tahun 2018 ini adalah the most excited RKAP yang harus saya jalankan. Banyak rencana dan target yang ingin kami capai, bukan hanya di angka-angka tetapi juga di rencana-rencana aksi korporasi yang akan membawa RNI mengalami metamorfosa dengan harapan menjadi jauh lebih baik dari yang sekarang. Saya merasa seperti Zizou menghadapi La Liga atau Piala Champion. Excited, challenging tapi masih achieveable. Melalui CEO Notes ini sekaligus saya beri kesempatan kepada anda para pembaca yang pasti merupakan stakeholder saya untuk mengintip serba sedikit isi perut kami untuk tahun 2018 ini. Mudah-mudah disini bisa berlaku falsafah rok mini, semakin minim, justru semakin banyak yang penasaran.

 
Betapa tidak. Di tahun 2018 ini target omzet RNI mencapai Rp 6,7 T naik Rp 1,6 T dari tahun 2017, asset juga meningkat menjadi Rp 20,4 T naik sangat signifikan dibandingkan tahun 2017 dan investasi melonjak menjadi Rp 4,5 T. Yang paling menarik lagi ditahun 2018 ini nanti adalah rencana listing di Bursa untuk PT Phapros Tbk. Selama ini status Tbk. nya PT Phapros masih malu-malu karena non-listed. Oleh karena itu tahun ini pula saya minta Direksi PT Phapros menyiapkan diri untuk memasuki dunia pasar modal dalam arti sesungguhnya. Mudah-mudahan tahun ini merupakan tahun yang tepat bagi Phapros untuk masuk bursa.

 
Setelah kunjungan perkenalan yang difasilitasi Pak Ito Sumardi Dubes Myanmar sebagaimana pernah saya tulis dalam CEO Notes # 50, tahap berikutnya Bu Emmy Barokah (Dirut PT Phapros Tbk), mesti menyiapkan diri menjadi atlit lari yang handal dan kuat karena harus lari marathon, start di Simongan – Semarang dan finish di Yangoon – Myanmar. Bersama dengan pak Lukman – Direktur Health Care PT Rajawali Nusindo, Bu Dirut ini balik lagi ke Myanmar ketemu Mr.Khin Maung Cho -Minister of Industry difasilitasi Pak Dubes RI lagi yang disambung dengan pertemuan-pertemuan berikutnya dengan para pejabat maupun kalangan industri. Myanmar sudah terbuka dengan investor luar melalui mekanisme PBP (Public Business Partnership) dan saat ini sudah ada perusahaan farmasi asing yang berinvestasi disana, Inggris dan India. Kalau Phapros bisa segera masuk, Indonesia bisa menjadi nomer tiga.

 

Pengadaan essential drug masih dengan tender terbuka internasional, bisa masuk dari negara mana saja sehingga dengan mekanisme ini kita bisa kalah bersaing dengan India dan Pakistan yang jaraknya dekat dan bahan bakunya mudah. Jadi, saya minta kepada PT Phapros untuk melihat secara jeli rencana pembangunan pabrik obat di sana serta menjajagi kemungkinan join venture dengan partner lokal yang sudah pengalaman dengan bisnis farmasi. Jeli karena untuk farmasi pasti lebih rumit persyaratannya. Masalah air, masalah limbah, masalah perijinan, sertifikasi, and so on, and so o

Berarti tantangan Phapros tahun ini, go public, go listed sekaligus go global.

 
PT Rajawali Nusindo, anak perusahaan RNI yang bergerak dibidang distribusi dan trading tahun 2017 lalu kehilangan mitranya yang cukup penting yakni Philips dan Mustika Ratu sehingga potensi omzetnya berkurang hampir mencapai setengah trilyun lebih. Namun dengan usaha yang all out dari semua lini, kehilangan itu bisa digantikan oleh principal-principal lainnya sehingga pada tahun yang sama omzetnya justru meningkat dari Rp 2,8 T menjadi Rp 3,5 T. Potensi untuk mendapatkan prinsipal baru dari luar negeri juga harus terus digali, termasuk bekerjasama mendistribusikan produk di luar negeri. Artinya, go global juga….Oleh karena itu saya senang-senang saja ketika Pak Yono – Dirut PT Rajawali Nusindo meminta persetujuan untuk mengadakan employee gathering dengan mengundang seluruh karyawan di seluruh cabang se Indonesia dari Aceh sampai Papua. Sepertinya ini never happened in the history of RNI Group mengumpulkan karyawan sampai 2000 orang sekaligus, sampai-sampai susah cari venue sehingga harus menggunakan lokasi JI Expo PRJ Kemayoran. Dengan jumlah peserta yang begitu menghebohkan tentu saja harus diimbangi dengan acara yang sepadan, apalagi para prinsipal besarnya juga diundang, mulai dress code sampai entertainment berkelas extravaganza….dengan mengundang artis ibu kota Once, Sazkia Gothik dan Kotak Band…..yang pasti heboh.

 
Ngga mau kalah dengan saudaranya, PT Phapros yang mencatat banyak achievement tahun 2017 lalu, diantaranya omzet sudah berhasil menembus batas psikologis di atas Rp. 1 T dengan laba sejak berdirinya tahun 1954 juga menampilkan extravaganza yang sama. Pada event tahunan National Meeting yang bertajuk : Tough & Strong Through The New Horizon dimana semua jajaran operasionalnya dari seluruh tanah air berkumpul, disamping dipompa dengan semangat tinggi oleh Komut Pak Yana Aditya agar mencapai outstanding performance dengan laba (Insya Allah – Amiin) Rp.200 Milyar di 2019, juga akan dihibur oleh artis beken yang lagunya lagi nge-hit sekarang dan menjadi trending topic “Bojo Galak” : Via Vallen….

 
PT Mitra Rajawali Banjaran baru saja menjajal mesin barunya untuk produksi Autodestruct syringe berkapasitas 46 juta pieces per tahun sinergi dengan saudaranya yakni PT Rajawali Nusindo dan sebentar lagi disusul pabrik implant tulang bersama saudaranya yang lain PT Phapros. Investasi mesin autodestruct syringe tersebut untuk memenuhi Kebutuhan program imunisasi yang sangat besar dan saat ini baru diperuntukkan bagi keperluan Dinas Kesehatan Kabupaten, Kota dan Kemenkes Pusat dan program KB di BKKBN. Ketika saya ikut delegasi Kementerian BUMN lanjut dengan keperluan PT RNI ke Korea Selatan, saya diperkenalkan dengan produk autodestruct syringe yang bermutu tinggi dan berminat untuk bekerjasama dengan RNI Group memperbesar kapasitas MRB untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor. Suatu tawaran yang perlu disambut baik karena mereka juga sudah punya pengalaman, sehingga kita bisa memanfaatkannya baik dari segi produksi maupun pemasaran terutama di luar negeri. Saya berharap partnership ini sudah dapat terealisir di tahun 2018.

 
Sementara untuk industri gula yang menjadi core competence di RNI, sedang saya persiapkan untuk hijrah ke luar Jawa secara bertahap. Di mata saya, Jawa sudah sulit dikembangkan untuk gula kecuali yang berbasis tebu rakyat dengan budaya menanam tebu yang kuat seperti Malang Selatan, Kediri atau Pati. Itupun PG harus melengkapi dengan industri hilir dengan mencari produk selain gula yang mempunyai nilai tambah yang tinggi. Kalau memang kita belum punya ilmunya, maka ibarat menuntut ilmu ke negeri Cina-pun, perlu kita lakukan. Tetangga kita Thailand sudah memasuki generasi ketiga dalam industri ini, mereka sudah fokus pada produksi hilirnya seperti bioplastik dan gula hanya side product saja, sementara kita masih saja beradu urat dan bersitegang bagaimana meningkatkan rendemen gula, produktivitas gula maupun menurunkan HPP dari Gula dan Tetes saja. Kalau semua PG di Indonesia memfokuskan diri pada industri hilir tebu bukan hanya memproduksi gula semata sebagai produk utamanya, Inshaa Allah persoalan gula nasional akan terselesaikan sendiri tanpa perlu campur tangan Pemerintah. Karena gula hanya hasil ikutan saja, produk utamanya adalah bioethanol, bioplastik, listrik, kolagit, alkohol dan lain-lain yang masih banyak turunan-turunannya.

 
Industri gula andalan RNI yaitu PT Rajawali I saya dorong juga untuk mencari sumber pendanaan non-bank yang lebih murah, baik obligasi, MTN bahkan menjajagi melalui IPO. Dengan bekal rating single A saya rasa akan mudah bagi mereka untuk mencarinya. Dengan dana murah tersebut, apalagi dalam jumlah besar, maka akan lebih leluasa dan harus lebih berani bagi PT PG Rajawali I untuk mengembangkan perusahaannya baik secara organik maupun anorganik.

 
Tapi ingat, untuk bisa meraih piala Champion, Real Madrid juga harus bongkar pasang pemain manakala dianggap ada yang sudah tidak seirama dengan permainan tim.So……Bersiaplah.

 
Wassalamualaikum wr.wb.

 

Surabaya, 31 Januari 2018.

 
Didik Prasetyo


Kategori Artikel