Sertijab dan Pisah Sambut Direksi RNI

Sumber : www.rni.co.id
Sehari setelah resmi didapuk sebagai pucuk pimpinan PT Rajawali Nusantara Indonesia oleh pemegang saham di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, tanpa mengulur-ulur waktu keesokan harinya, Jumat (2/3) manajemen RNI langsung menggelar acara serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut direksi di Gedung RNI, Jakarta. Hadir pada acara tersebut direksi baru RNI, Bapak Ismed Hasan Putro selaku direktur utama, Bapak Dandossi Matram sebagai direktur SDM dan Keuangan, Bapak Bambang Adi Sukarelawan sebagai direktur perencanaan dan pengembangan dan Bapak Oki Jamhur Warnaen selaku direktur operasional. Acara ini dihadiri pula oleh direksi lama, direksi anak perusahaan, staff, undangan dan media massa. Setelah serah terima jabatan, mantan direktur utama yang mewakili direksi lainnya menyampaikan kebahagiaannya karena penggantinya adalah orang-orang terpilih dan sudah banyak mengenal RNI. “Walaupun berat harus meninggalkan RNI, namun kami bahagia karena kami yakin RNI ke depan akan lebih baik dibanding dengan kinerja sebelumnya” ujar Pak Bambang. Pada kesempatan tersebut, Pak Bambang menitipkan RNI agar terus dijaga dan berkembang sekaligus berterimakasih kepada seluruh karyawan yang selama lima tahun telah bahu membahu mengembangkan RNI. Sementera itu, acara yang paling ditunggu hadirin adalah sambutan dari direktur utama yang baru, Bapak Ismed Hasan Putro. Menurut Pak Ismed, dipilihnya beliau sebagai dirut RNI adalah musibah. Beliau menuturkan jika biasanya sebagai komisaris bisa santai datang sebulan sekali, maka sekarang harus lebih intensif. "Saya mendapatkan amanah berupa jabatan sehingga akan saya terima dengan baik. RNI merupakan perusahaan yang besar, ke depannya RNI harus bisa lebih transparan dan akuntabel. Hal itu merupakan catatan penting bagi saya," ujar Pak Ismed.

Pak Ismed berjanji untuk memberikan terbaik kepada pemegang saham sekaligus memberikan kesejahteran bagi karyawan. Ke depan pihaknya akan terus menggenjot kinerja perusahaan lebih baik lagi seiring dengan bisnis utama perusahaan yang penuh dengan persaiangan. Berpakaian kemeja putih tangan panjang digulung, bercelana hitam dan bersepatu kets persis seperti yang digunakan oleh Dahlan Iskan. Kesederhanaan, simple, integritas dan gila kerja sebagai personal branding Bapak Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN, telah banyak menyedot perhatian dan simpati dari masyarakat. Mungkin terinspirasi beliau, Pak Ismed berdandan sekaligus mengikuti gaya bosnya. Dalam sambutannya, Pak Ismed mengatakan RNI mempunyai sejarah panjang yang besar. "Itu sebabnya saya gemes dengan RNI yang seharusnya bisa menjadi lebih besar," ujarnya. Menurut beliau, banyak hal yang masih bisa diperbaiki dalam perusahaan RNI, yang sebagian usahanya masih berdarah-darah. "Itu sebabnya, saya akan membersihkan lemak-lemak yang mengganggu kesehatan RNI agar bisa bergerak lincah," ujarnya. Pak Ismed berjanji tidak akan menggunakan fasilitas yang diberikan perusahaan, selain itu beliau juga mengajak kepada direksi lainnya untuk mengikuti langkahnya. Pak Ismed berjanji akan menghapuskan SPPD bagi para direksi anak perusahaan serta memotong fasilitas dari para eselon satu. Direksi yang berada di PG diminta agar segera berpindah ke pabrik. Kantor direksi Surabaya akan dialih-fungsikan menjadi fasilitas yag menghasilkan pendapatan. Dengan begitu, menurut dia, hal tersebut dapat menekan beban biaya perusahaan sehingga RNI dapat memicu kembali kinerja keuangannya lebih baik lagi. Ia juga mengatakan, dirinya akan tetap bekerja pada hari Minggu, hal itu dikarenakan penunjukkan sebagai Direktur Utama RNI dilakukan pada hari Minggu. "Saya dikabarkan hari Minggu, maka itu pada hari Minggu akan tetap saya gunakan untuk bekerja," ucap dia. “Saya juga akan melakukan tranformasi budaya kerja dari budaya institusi menjadi budaya korporasi” ujar beliau.

RNI memiliki banyak produk. Umumnya produk-produk tersebut berada dalam zona hyper kompetisi. Untuk itu, Pak Ismed meminta untuk membuka seluas-luasnya pasar domestic dan ekspor. Produk-produk yang bisa dieskpor sangat beragam, mulai dari obat-obatan, kulit, sawit hingga kondom. Negara tujuan ekspornya pun sangat banyak, antara lain Spanyol, Italia, Timur Tengah, China & Afrika. Bisnis RNI selama ini sangat besar, namun sepertinya ada miss management sehingga pertumbuhan lambat. Banyak idle asset yang belum dioptimalisasikan. RNI dengan 13 anak perusahaan, seharusnya sudah memiliki RNI Tower. Tanah dimana gedung RNI berada memiliki luas 1,6 hektar, jika dibangun tower akan menghasilkan asset bernilai bagi perseroan. Beliau juga berjanji akan meningkatkan kinerja pabrik-pabrik perseroan, mulai dari pabrik gula hingga minyak sawit mentah. Selain itu, lini bisnis perkebunan juga dikembangkan, yaitu perkebunan teh, karet, sawit, dan juga tebu. "Kemudian, kita juga punya perusahan Nusindo itu perusahaan trader, itu perusahaan yang cukup besar di Indonesia dan kita punya cabang di 44 propinsi dan juga kabupaten," tambahnya.

Sementara itu, Komisari Utama, Bapak Wahyu Hidayat menyebut cita-cita yang disampaikan Pak Ismed adalah manufacturing hope. “that is hope, harapan untuk menjadi kebanggan. Pak Wahyu Hidayat menyoroti dengan jumlah SDM di RNI yang tergolong besar. Untuk itu, saya meminta agar bagian SDM untuk melakukan audit SDM untuk mendapatkan jumlah ideal. Setali tiga uang dengan Pak Ismed, Pak Wahyu pun mengomentari tentang birokrasi yang ada di RNI. “Birorasi di RNI ‘bulet’. “Yang gampang bisa jadi susah dan yang susah bisa jadi gampang”. Papar Pak Wahyu. Pak Wahyu berharap segala halangan untuk menerbangkan RNI segera diperbaiki. Menutup sambutan Pak Wahyu membacakan syair lagu “you are the light”. You give me hope to carry on, you light up RNI light.


Kategori Galery