Menteri BUMN Serahkan Bantuan Komputer Telkom ke Ponpes Bumi Sholawat

Sidoarjo - Menteri BUMN Rini M Soemarno didampingi Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Masud Khamid, EVP Telkom Regional (TR)  5 Suparwiyanto, dan SM Human Capital Management Yustisianto menyerahkan bantuan sejumlah 90 komputer untuk perkembangan pendidikan di Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat (14/5). Bantuan komputer tersebut diserahkan langsung kepada Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat KH Agoes Ali Masyhuri.

Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat sesuai tagline-nya merupakan pondok yang berprinsip "Kokoh Spiritual Mapan Intelektual" terletak di desa Lebo Sidoarjo. Pesantren tersebut merupakan asuhan KH Agoes Ali Mashuri yang mempunyai Ruang ILC (Integrated Learning Center) dan diisi beberapa komputer serta 90 bantuan dari Telkom CDC. Ruang Komputer yang semula bernama ILC milik Ponpes Bumi Sholawat sekarang berubah menjadi BLC (Broadband Learning Center). Ruangan BLC tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas aplikasi Pustaka Digital (PaDI).

Menteri BUMN Rini M Soemarno menyampaikan apresiasinya kepada Telkom, perusahaan BUMN yang peduli dengan dunia pendidikan. “Ini sebuah fasilitas yang bagus sebagai pemberdayaan siswa belajar dan berkarya, apalagi sudah dilengkapi dengan PaDI ya,” kata Rini. Rini juga berkesempatan masuk di Ruang BLC melihat proses belajar siswa Bumi Sholawat yang sedang mengoperasikan komputer.

Selain agenda menyerahkan bantuan 90 komputer dari Telkom, Rini juga menyerahkan supermarket milik Yayasan Ponpes Bumi Sholawat yang bernama Ali Mart dan Pom Bensin yang merupakan support dari Pertamina.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Bumi Sholawat KH Agoes Ali Mashuri sebagai pendiri mengatakan, setiap kelas berbeda sesuai karakter dan minat santri. Menurutnya, kalimat yang terdiri dari dua frasa itu disusun sendiri olehnya. “Saya memang ingin membuat pesantren modern berbasis agama dan sains.” kata Kyai yang dipanggil Gus Ali.

Gus Ali sadar ada kekosongan dalam sistem pendidikan tanah air. Gus Ali melihat antara kompetensi pendidikan dan sisi agama di Indonesia belum seimbang. “Untuk itu, saya ingin mengisi ruang kosong antara spiritual dan intelektual, keduanya harus seimbang,” tegas Gus Ali. (Okin/Red01)


Kategori Prime News